Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
18 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Rumah 'Pabrik' Sabu di Aceh Utara Masih Di-Police Line

Rumah Pabrik Sabu di Aceh Utara Masih Di-Police Line
Rumah produksi sabu di Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, dipasang police line
Minggu, 14 Agustus 2016 21:38 WIB
Penulis: Sarina
LHOKSUKON - Rumah yang diduga memproduksi sabu di Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh, masih diberi garis polisi di sekelilingnya. Bahkan, warga lingkungan dilarang memasuki wilayah rumah tersebut.

Pantauan GoAceh, rumah tersebut berada persis di pinggir jalan Medan Banda Aceh atau jalan nasional sekitar 12 meter. Persisnya lagi sekitar 20 meter meunasah (surau). Hingga malam, rumah tersebut masih dipasang garis polisi.

Sementara dalam rumah tersebut polisi berhasil menyita barang bukti bahan-bahan pembuat sabu berupa bahan kimia NH2SO4, tiga kardus obat Neo Napacin, gelas penyuling, bahan bahan kimia lain yang sedang diproduksi untuk pembuatan sabu.

Pelaku pembuat sabu-sabu yaitu ES (35) bekerja sebagai petani asal Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara dan tersangka kedua sebagai pembeli berinisial MD (35) berprofesi sebagai wiraswasta asal Kecamatan Meraxa, Kota Banda Aceh.

Tim pemnyidik BNN Psat berhasil menggerebek rumah yang dijadikan pabrik sabu-sabu pada Sabtu (13/8/2016) malam, sekira pukul 20.00 WIB. Sementara tersangka dan barang bukti baru diboyong ke Jakarta pada Minggu (14/8/2016) sore sekira pukul 17.00 WIB.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Badminton, Beladiri
wwwwww