Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
23 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
2
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
22 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
3
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
24 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
4
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
21 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
5
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
6
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
22 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Home  /  Berita  /  Badminton

Terpaksa 'Gigit Jari', Tidak Ada e-Voucher Pengganti Raskin di Riau

Terpaksa Gigit Jari, Tidak Ada e-Voucher Pengganti Raskin di Riau
ilustrasi.
Minggu, 14 Agustus 2016 07:00 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Masyarakat ekonomi lemah di Provinsi Riau terpaksa 'gigit jari' karena daerahnya tidak terpilih sebagai salah satu tempat uji coba sistem e-voucher atau kupon pengganti program raskin oleh Tim Nasional Percepatan Pengentasan Kemiskinan (TNP2K).

"Kita belum masuk dalam program itu, tetapi kita masih tetap menjalankan kontrak raskin dengan Pemerintah Daerah," kata Humas Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Riau dan Kepulauan Riau, Hendra Gunafi kepada GoRiau.com, Sabtu (13/8/2016) di Pekanbaru.

Dikatakan Hendra, setiap bulannya Bulog mendistribusikan 5.000 ton beras ke seluruh Pemda Riau dan Kepri. Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu cemas, karena stok beras yang ada di gudang Bulog diprediksi cukup hingga akhir tahun ini.

"Bulan ini (Agustus), penyaluran raskin telah mencapai 95 persen. Stok hingga akhir tahun nanti masih aman," terangnya.

Untuk diketahui, pengubahan sistem pemberian raskin tersebut dilatar belakangi tidak sesuainya kuota beras yang harusnya diterima masyarakat setiap bulannya dengan realisasi nyata di lapangan.

Sehingga, e-voucher ini dinilai lebih efektif dibandingkan dengan menyalurkan beras. Selain sebagai pengganti Raskin, voucher ini juga dapat digunakan untuk membeli kebutuhan lainnya seperti telur, minyak, gula dan lainnya.

Setidaknya, ada delapan kabupaten dan 20 kelurahan serta desa se-Indonesia yang dijadikan tempat uji coba penggunaan voucher tersebut. Namun sayangnya, Provinsi Riau tidak termasuk salah satunya. ***

wwwwww