Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
23 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
21 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Badminton

Depan 'Pabrik' Sabu di Palda Aceh Utara ada Doorsmeer

Depan Pabrik Sabu di Palda Aceh Utara ada Doorsmeer
Tempat pencucian kendaraan di depan rumah 'pabrik' sabu-sabu di Paloh Lada Aceh Utara, Senin (15/8/2016). [Sarina]
Senin, 15 Agustus 2016 11:05 WIB
Penulis: Sarina
LHOKSEUMAWE - Pengerebekan 'pabrik' sabu-sabu oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat kemarin, Minggu (14/8/2016) di Gampong Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, membuat warga setempat keheran-heranan.

Warga tidak menyangka rumah yang dijadikan tempat peracik sabu itu selama ini terlihat normal dan tidak ada hal mencurigakan. Ditambah lagi, di depan rumah ada doorsmeer atau tempat usaha jasa pencucian kendaraan bermotor.

Salah seorang warga Paloh Lada, Siti kepada GoAceh mengatakan, masyarakat tidak menyangka, karena rumah tersebut terlihat aman-aman saja, dan tidak ada yang mencurigakan.

"Seandainya rumah itu mencurigakan pasti sudah dari dulu kami laporkan kepada polisi. Kalau tersangka yang dari Banda Aceh datang pada Kamis (11/8/2016) malam. Selaku tamu, dia juga tidak melapor 1x24 jam kepada keuchik (kepala desa)," ujar Siti.

Tak hanya itu sambungnya, keheranan masyarakat di sana, di depan rumah tersebut ada aktivitas pencucian kendaraan, dan selama ini berjalan dengan normal.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON, Badminton
wwwwww