Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
20 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
14 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton
Duka Gloria Natapradja, Duka Bangsa Indonesia

Ini Penampakan Surat Pernyataan Kewarganegaraan Indonesia Yang Diajukan Gloria 13 Agustus 2016 Lalu

Ini Penampakan Surat Pernyataan Kewarganegaraan Indonesia Yang Diajukan Gloria 13 Agustus 2016 Lalu
Surat keterangan Gloria, yang diminta pihak Kemenpora. (Muslikhin/GoNews)
Senin, 15 Agustus 2016 23:30 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ibunda Gloria Natapradja Hamel, yakni Ira Natapradja dengan tegas menyatakan sebelum pengukuhan anaknya sudah memberikan surat pernyataan kewarganegaraan. Hal tersebut ia sampaikan usai mendengar rumor bahwa anaknya dari awal menutupi status kewarganegaraan.

Tuduhan itu membuatnya merasa sakit hati dan membeberkan bahwa pihaknya telah memberikan surat pernyataan dari tanggal 13 Agustus 2016 yang lalu.

Namun pada kenyataannya, meski sudah mengirim surat, putrinya tetap dinyatakan gugur atau ditolak sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2016.

Padahal Gloria sudah melaksanakan seleksi yang cukup ketat dan bertekad ingin menjadi bagian bangsa Indonesia. Anak saya Gloria, digugurkan dengan alasan memegang paspor Perancis. Karena itu, ia dianggap bukan warga negara Indonesia.

"Dari lahir sampai SD, SMP anak saya adalah warga negara Indonesia, dia belajar dan sekolah di Indonesia, hanya saja memang benar suami saya warga Perancis. Mereka (Kemenpora) juga tanya, apakah saya punya KK, KTP dan paspor Indonesia. Ya saya bilang punya, memang saya warga negara Indonesia," ungkap Ira Natapradja, saat dihubungi GoNews.co, Senin (15/08/2016).

Dalam surat itu kata Ira, jelas dan gamblang, anaknya telah menyatakan diri sebagai warga negara Indonesia. "Dalam poin pertama anak saya sudah jelas Warga Negara Indonesia, sesuai yang tercatat dalam Kartu Keluarga, kalau soal Paspor itu digunakan sebagai identitasnya jika bepergian ke luar negeri. Sebab, Gloria masih berumur 16 tahun sehingga belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), ya kalau ayahnya pulang ke Perancis, Gloria kan harus memiliki Paspor," ungkapnya lagi.

Surat Pernyataan tersebut kata Ira, juga dibuat karena pihak Garnisun dan Kemenpora memintanya. "Selain Gloria, saya juga turut menandatangani sebagai pihak orang tua. Saat itu prosenya di PB PON Jawa Barat," jelasnya.

Dirinya juga mengakui, malam ini ada beberapa perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak yang datang langsung kerumahnya. "Iya benar, mereka datang guna meminta penjelasan langsung ke saya. Dan saya sudah menunjukkan surat pernyataan itu," pungkasnya. (***)

wwwwww