Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
23 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
4
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Sepakbola
24 jam yang lalu
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
5
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
6
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
22 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Home  /  Berita  /  Badminton

Masih Dikucilkan dan Belum Merdeka, Para Waria di Makassar Kirim Pesan Khusus ke Presiden Joko Widodo

Masih Dikucilkan dan Belum Merdeka, Para Waria di Makassar Kirim Pesan Khusus ke Presiden Joko Widodo
Bunda Parolin, mantan pemenang Miss Waria Indonesia Timur 2002. (istimewa)
Sabtu, 20 Agustus 2016 10:53 WIB
Penulis: Arsyad
JAKARTA - Peringatan HUT ke-71 Kemerdekaan RI dimanfaatkan sejumlah waria di Makassar untuk menyampaikan pesan ke Presiden Joko Widodo dalam hal menuntut hak kemerdekaan bagi setiap waria.

Pesan khusus Kerukunan Waria Kota Makassar, diserukan oleh Bunda Parolin atau yang kerap disapa Lin. Mantan pemenang Miss Waria Indonesia Timur 2002 lalu itu, berharap agar pemerintah memperhatikan kaum waria yang selama dikucilkan dan belum merasakan arti kemerdekaan.

Menurutnya, selama ini waria belum sepenuhnya diberikan ruang untuk mendapat pendidikan dan pelatihan keterampilan.

“Khususnya kepada Presiden Jokowi, saya atas nama Kerukunan Waria Kota Makassar menyampaikan hal ini. Beberapa oknum (ormas) yang mengatasnamakan agama sering memarginalkan kami. Padahal, tidak ada agama (manapun) yang mengajarkan tentang kekerasan,” ungkap Lin, saat merayakan HUT RI di Kelurahan Bara-baraya, Jalan Muhammad Yamin, Lorong 08, Jumat (19/8/2016), kemarin.

Dirinya juga berharap, ke depannya pemerintah bisa lebih memberi ruang dan mengakomodir keberadaan kaumnya (transgender, red) dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih ramah dan inklusif terhadap waria.

“Kami berharap dapat diperlakukan sama seperti warga negara Indonesia lainnya. Diberikan hak pendidikan maupun pelatihan-pelatihan untuk bekal hidup yang lebih baik," pungkasnya. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Olympic, PON, Badminton
wwwwww