Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
20 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
14 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
14 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
13 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Orangtua Mahasiswi asal Pidie Ditangkap di Turki, Jatuh Sakit

Orangtua Mahasiswi asal Pidie Ditangkap di Turki, Jatuh Sakit
Samsul (55) dan Asnaini (45) orang tua YU, mahasiswa yang ditangkap di Turki karena diduga terlibat jaringan Fethullah Gulen. [Foto Istimewa dari KOMPASTV]
Minggu, 21 Agustus 2016 07:02 WIB

BANDA ACEH - Orang tua mahasiswi asal Aceh berinisial YU (20) mencemaskan keadaan anaknya. YU, dtahan aparat keamanan Turki karena dituduh terlibat dengan terduga pemimpin kudeta Fethullah Gulen.

YU, si putri sulungnya yang sedang kuliah di Turki, ditangkap pada 11 Agustus lalu bersama seorang temannya asal Demak, Jawa Tengah. YU, gadis berasal dari Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie ini adalah alumi Fatih Bilingual School Banda Aceh.

Sekolah ini juga beberapa pekan lalu pascakudeta gagal Turki sempat disuruh tutup oleh Pemerintah Turki karena dituduh terkait Fethullah Gulen.

Sementara orang tua YU, Asnani (45), saat ini sangat mencemaskan kondisi putri itu. “Saya sangat sedih karena anak ditangkap, namanya orangtua, sekarang kondisi saya mengalami tekanan darah tinggi. Darahnya naik karena selalu teringat anak,” kata Asnani, Sabtu (20/08/16).

Asnaini mengaku tak dapat memberikaan informasi lebih banyak tentang anaknya karena sejak beberapa hari ini kondisi kesehatan terus menurun.

Ibu ini terus memikirkan nasib yang dialami putrinya. Asnaini lebih memilih menutup diri dari tetangga agar pikirannya lebih tenang mengadapi masalah penangkapan anaknya itu.

“Saya sudah serahkan masalah anak saya kepada KBRI dan Kemenlu, semoga anak saya segera dibebaskan," kata warga kurang mampu itu.

YU merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Samsul (55) dan Asnaini (45). Kata Isnaini, saat ditangkap sedang berada di rumah dan menghabiskan masa libur kuliah. Kepada ibunya ia mengaku tidak dapat pulang ke Indonesia karena keterbatasan biaya.

“Sebelum ditangkap hari Kamis (11/08/16), saya komunikasi dengan dia, dia bilang sedang memberes-bereskan barang mau pindah rumah, karena lagi libur," katanya.

"Dia tidak pulang karena tidak ada ongkos. Banyak kawannya pulang ke Indonesia karena dikirimi ongkos oleh orangtua masing-masing,” tambahnya.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:Badminton, Umum
wwwwww