Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
16 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Pria yang Ditemukan Tewas di Jalan Hangtuah Ujung Pekanbaru, Ternyata Sempat Jatuh dari Motor dan Berduel dengan Satpam Sebelum Meregang Nyawa

Pria yang Ditemukan Tewas di Jalan Hangtuah Ujung Pekanbaru, Ternyata Sempat Jatuh dari Motor dan Berduel dengan Satpam Sebelum Meregang Nyawa
Jenazah Suwarni dibawa menuju ke TPU Jalan Garuda Sakti, Selasa siang
Selasa, 23 Agustus 2016 14:27 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Setelah dilakukan visum oleh pihak RSUD Arifin Achmad, jenazah Suwarni (55) yang ditemukan tewas, diduga dikeroyok massa karena dipergoki maling empat handphone, Selasa (23/8/2016) pagi, akan dibawa pihak keluarga untuk dikebumikan.

Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Indra Rusdi, Selasa (23/8/2016) mengatakan, jenazah korban akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

"Dari keluarga korban sudah ikhlas dalam kasus ini kita tetap selidiki untuk penyebab pasti kematian korban," kata Indra.

Kepada GoRiau.com, Kapolsek mengungkapkan, dugaan sementara, korban meninggal karena dikeroyok massa. Saat kejadian, korban yang terjatuh dari sepeda motor setelah dikejar massa.

"Saat terjatuh, warga langsung menangkap korban dan sempat terlibat perkelahian dengan seorang satpam. Namun, warga di TKP ikut memukuli korban hingga akhirnya meninggal dunia akibat luka-luka disekujur tubuhnya, termasuk luka robek sayatan benda tajam di dada kanan korban," tuturnya.

Sebelumnya, sesosok jasad pria yang diduga maling, ditemukan tewas tergeletak di pinggir persimpangan jalan Hangtuah Ujung-Sekuntum, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Selasa (23/8/2016) sekitar pukul 05.30 WIB.***

Kategori:Olympic, Badminton
wwwwww