Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
17 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
21 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Beladiri

3 Polisi Meranti Jadi Tersangka Terkait Kematian Adi, Ini Target Propam Berikutnya

3 Polisi Meranti Jadi Tersangka Terkait Kematian Adi, Ini Target Propam Berikutnya
Irjen Mochamad Iriawan (Foto: Internet)
Minggu, 28 Agustus 2016 18:39 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Tiga orang polisi Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Minggu (28/8/2016) siang, resmi menyandang status tersangka terkait tewasnya Apriadi Pratama, pelaku yang menikam sampai mati Brigadir Adil.

Meski sudah ada tersangka, polisi memberi signal kalau penyidikan kasus tersebut belum akan berhenti. Bahkan, Brigjen Pol Supriyanto mengisyaratkan bakal ada tersangka baru. Lalu, apa target Propam Polri selanjutnya?

"Kita masih dalami kenapa dia (Apriadi, red) bisa meninggal dunia setelah ditangkap. Nah yang kedua soal insiden di Mako (Polres Kepulauan Meranti)," beber Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Mochamad Iriawan kepada GoRiau.com (GoNews Group).

"Itu masih kita selidiki kejadian di Mako, kan ada yang meninggal juga. Bagaimana prosedurnya, apakah sudah diberi tembakan peringatan, gas air mata. Kan harusnya ada SOP, ada peringatan, negoisasi, himbauan dan sebagainya," tegasnya.

Berbicara soal pemecatan polisi yang terlibat pelanggaran prosedur, Jenderal bintang dua ini belum mau membahas detail. "Belum, kan masih proses ini. Kalau itu biasanya sudah diproses persidangan disiplin atau seandainya kita pidanakan," tutup dia. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww