Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
17 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
11 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Badminton

Abdullah Puteh Gugat UUPA Dikabulkan, DPRA Nilai Keputusan Sepihak

Abdullah Puteh Gugat UUPA Dikabulkan, DPRA Nilai Keputusan Sepihak
Azhari Cage. [FOTO BNC]
Senin, 29 Agustus 2016 22:45 WIB
Penulis: Sarina
LHOKSEUMAWE - Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Azhari Cage menilai keputusan MK yang mengabulkan gugatan Abdullah Puteh terhadap pasal 67 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), merupakan keputusan sebelah pihak.

Ia mengatakan, keputusan tersebut tanpa berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh maupun DPR Aceh.

"Padahal jika merujuk pada pasal 269 UUPA bahwa rencana perubahan undang-undang yang menyangkut dengan Aceh harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan DPR Aceh. Terkait keputusan MK tersebut, juga harus mendapatkan timbangan dari DPR Aceh,“ ujarnya.

Ia juga menyampaikan putusan MK yang membolehkan Abdullah Puteh maju pada Pilkada 2017 merupakan pelanggaran Negara terhadap Aceh, dan terhadap perjanjian yang pernah disepakati bersama dulu.

“Ini yang sangat kita sesalkan atas keputusan sepihak itu. DPR Aceh dikatakan Cage, khusus Komisi I dalam waktu dekat akan duduk bersama Biro Hukum Pemerintahan Aceh, untuk membahas masalah tersebut, serta akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat," kata politisi Partai Aceh itu.

Sementara Abdullah Puteh menggugat uji materi atau judicial review UUPA pasal 67 ayat (2) huruf g, dan telah dikabulkan oleh Mahkamah Konsitusi (MK) pada 23 Agustus lalu.

Pasal itu berbunyi, calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota harus memenuhi persyaratan tidak pernah dijatuhi pidana penjara karena melakukan kejahatan yang diancam dengan hukuman penjara minimal lima tahun berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, kecuali tindak pidana makar atau politik yang telah mendapat amnesti/rehabilitasi.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Beladiri, Badminton, Aceh
wwwwww