Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
4 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
17 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
3
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
4 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
4 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
4 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
4 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Beladiri
Bentrok Petani Aceh-Sumut

Dipicu Konflik Tapal Batas Persawahan

Dipicu Konflik Tapal Batas Persawahan
Dua gubuk warga Gampong Lae Balno turut terbakar saat terjadi bentrokan. [Helmi
Rabu, 31 Agustus 2016 15:30 WIB
Penulis: Helmi

SINGKIL - Bentrokan berdarah masyarakat di dua kabupaten, yakni warga empat Desa Kecamatan Manduamas Kabupaten Tapanuli Tengah dengan warga Gampong Lae Balno Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, dipicu persoalan tapal batas lokasi persawahan.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Muhammad Ridwan, menjelaskan, kronologis kejadian bermula ketika masyakat petani berjumlah kurang lebih 50 orang yang berasal dari Desa Sarmanauli, Tambahan Nanjur, Saragih Barat dan Saragih Timur Kecamatan Manduamas datang ke lahan persawahan milik mereka yang ada di perbatasan Aceh-Tapteng untuk menanam padi.

Namun saat mereka berada di lahan persawahan, datanglah sekelompok masyarakat petani lainnya berjumlah 6 orang dari Gampong Lae Balno bersenjata parang panjang menghadang mereka.

“Mereka sempat terlibat adu mulut yang saling mempertahankan sawah yang digarap itu merupakan wilayah mereka. Sebelum terjadinya perkelahian, yang mengakibatkan jatuhnya korban luka bacok,” kata Kapolres.

Korban yang mengalami luka di bagian leher dan paha itu diketahui bernama Belprima, (21) petani dari Desa Sarmanauli. Selanjutnya kelompok petani itu pun berlari ketakutan dan kembali ke desa mereka.

Begitu mengetahui ada jatuh koban akibat insiden itu, warga empat desa dari Manduamas kembali berkumpul dan mengerahkan massa sekitar 150 orang kembali ke lokasi bentrok untuk melakukan penyerangan balasan.

Dalam bentrok susulan itu, dua petani mengalami luka-luka masing-masing, Lasniroha Meha dan Toko Berutu. Saat ini kedua korban dirujuk ke RSUD Aceh Singkil, setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Puskesmas Gampong Lae Balno.

Keuchik Gampong Lae Balno, Hermanto, mengatakan, lokasi sengketa adalah wilayah Aceh Singkil sesuai dgn patok batas batas Provinsi Aceh dengan Provinsi Sumut yang dibuat oleh Pemerintah Aceh.

Editor:TAM
Kategori:Beladiri
wwwwww