Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
9 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  Badminton

PPL Belum Terbentuk, Pengawasan Verifikasi Faktual tidak Bisa Maksimal

Rabu, 31 Agustus 2016 14:15 WIB
Penulis: Dedek
ppl-belum-terbentuk-pengawasan-verifikasi-faktual-tidak-bisa-maksimalKetua Panwaslih Kota Langsa, Agus Syahputra
LANGSA - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Langsa belum membentuk Panitia Pengawas Lapangan (PPL) yang ditempatkan di masing-masing gampong. Karenanya, pengawasan terhadap tahapan verifikasi faktual bakal calon perseorangan wali kota dan wakil wali kota Langsa, yang dilakukan oleh KIP melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) tidak bisa dilakukan secara maksimal.

Belum terbentuknya PPL, dikarenakan belum adanya anggaran, bahkan Panwaslihcam yang sudah terpilih sampai saat ini juga belum dilantik," sebut Ketua Panwaslih Kota Langsa, Agus Syahputra, kepada GoAceh, Rabu (31/8/2016).

Selama ini pengawasan yang dilakukan terhadap verifikasi faktual dengan cara sampling, dan idealnya harus didampingi langsung oleh PPL. Meskipun PPL belum terbentuk, ia mengharapkan kepada KIP agar terus bekerja dengan baik dan verifikasi faktual dilakukan sesuai aturan."Alhamdulillah sampai saat ini, kerjasama antara KIP dengan Panwaslih cukup baik, mereka (KIP) selalu melaporkan setiap tahapan-tahapan yang dilakukan," jelasnya.

Sampai saat ini, Agus mengakui, belum ada laporan secara tertulis terkait adanya pelanggaran tahapan Pilkada 2017. Namun, jika secara lisan via telepon, ada yang memberitahukan terkait adanya dukungan ganda dan penggunaan KTP tanpa izin dari pemiliknya.

Karenanya, terkait persoalan itu dirinya mengharapkan kepada warga agar proaktif dan bisa bekerjasama yang baik dengan penyelenggara dalam verifikasi faktual."Jika ada penggunaan KTP tanpa sepengetahuan pemiliknya, maka warga jangan takut untuk menolaknya. Karena, Pilkada kita ini dilakukan secara damai, jujur dan adil tanpa ada intimidasi," terangnya.

Selain itu juga, ia mengharapkan kepada Pemerintah Kota Langsa untuk memiliki semangat yang sama dengan Panwaslih, terkait pelaksanaan Pilkada 2017, sehingga bisa berjalan lancar, sesuai harapan kita bersama," tandasnya.

wwwwww