Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
7 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
9 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
10 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
12 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Badminton

Ada Oknum Satpol PP Nyambi Jadi Kurir Barang Haram, Gubri: Tugasnya Menjaga Aset Daerah, Bukan Menjual Narkoba

Ada Oknum Satpol PP Nyambi Jadi Kurir Barang Haram, Gubri: Tugasnya Menjaga Aset Daerah, Bukan Menjual Narkoba
ilustrasi.
Kamis, 01 September 2016 15:29 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Kabar salah seorang oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Riau, DZ alias Jul (32) yang tertangkap saat mengedarkan 26 butir pil ekstasi dan lima paket sabu menjadi perhatian Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman. Ia pun sangat menyayangkan keputusan Jul yang rela nyambi jadi kurir narkoba hanya untuk mendapat upah Rp500.000 itu.

"Satpol PP tugasnya menjaga aset daerah dan lingkungan perkantoran, harusnya memberikan contoh yang baik dan tidak terlibat dengan barang-barang terlarang seperti narkoba," ungkap Andi Rachman kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (1/9/2016).

Ia pun menyerahkan proses hukum oknum tersebut kepada aparat yang berwajib. Sementara, soal prosedur pemberian sanksi terhadap status Pegawai Negeri Sipil (PNS) si oknum akan diserahkan kepada Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKP2D) Provinsi Riau selaku badan yang membidangi urusan kepegawaian.

"Kita serahkan kepada penegak hukum, karena hukum harus ditegakkan kepada yang bersangkutan. Soal sanksi status PNS nya gimana saya belum tahu, karena itu Kepegawaian yang tahu bagaimana aturannya," tutupnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww