Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
6 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
7 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Home  /  Berita  /  Badminton

Orang Tua Pelaku Teror Bom Gereja di Medan Minta Maaf Sambil Menangis di Kantor Peradi Medan

Orang Tua Pelaku Teror Bom Gereja di Medan Minta Maaf Sambil Menangis di Kantor Peradi Medan
Orang Tua Pelaku Teror Bom Gereja di Medan Minta Maaf Sambil Menangis di Kantor Peradi Medan
Kamis, 01 September 2016 15:06 WIB
Penulis: Yusuf Ahmad
MEDAN - Makmur Hasugian (65) dan Arista Purba (54), orang tua tersangka teror bom gereja IAH (17) memberikan pernyataan mereka di Kantor Peradi Medan, Jalan Sei Rokan, Medan Sunggal.

Arista Purba menangis saat menyampaikan pernyataannya atas teror yang dilakukan oleh anaknya tersebut di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Medan pada Minggu (28/8/2016) lalu.

"Kami selaku orang tua IAH meminta maaf kepada seluruh umat kristiani, khususnya umat Katolik dan jemaat Gereja Santo Yosep atas kejadian ini. Ini kesalahan saya tidak mampu mengawasi anak kami yang masih 17 tahun. Kami tidak ada keinginan untuk merusak keharmonisan antar umat beragama di Medan," kata Arista Purba sambil menangis, Kamis (1/9/2016).

Hal serupa dilakukan oleh Makmur Hasugian. Sambil menangis, ia menuturkan bahwa menurutnya mereka sama sekali tidak menyangka anak bungsu mereka tersebut akan melakukan aksi teror di gereja tersebut.

"Yang saya tau dia taat beribadah, sholat. Tapi pagi itu, saya masih tidur ketika dia keluar rumah. Katanya mau membetuli resleting tas dan mendownload game untuk keponakannya. Kami minta maaf tidak bisa mengawasi dia setiap saat," ungkapnya.

Editor:Arif
Kategori:Badminton, PON
wwwwww