Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
24 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
23 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Badminton

Rumah Dipalang Perusahaan, Anak Karyawan tak Bisa Sekolah

Rumah Dipalang Perusahaan, Anak Karyawan tak Bisa Sekolah
Rumah pondok yang dipalang Manager PT MPLI. [Suparmin]
Jum'at, 02 September 2016 16:16 WIB
Penulis: Suparmin

KUALASIMPANG - Muhammad Said Pritama, (9) dan adiknya Intan Khairani, (6) murid Kelas IV dan Kelas I SDN 3 Perkebunan Pulau Tiga, Aceh Tamiang ini merupakan anak kandung Sapri, seorang karyawan perusahaan perkebunan yang rumahnya dipalang. Keduanya ikut menerima dampak dari keputusan manajemen PT Mestika Prima Lestari Indah (MPLI), perusahaan tempat ayahnya bekerja.

"Pascapemalangan pintu dan jendela rumah pondok Sapri oleh oknum manajer perusahaan perkebunan kelapa sawit, sejak Jumat lalu, Sapri bersama keluarganya terpaksa menginap di rumah mertuanya di Kampung Alur Tani Dua, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang," ujar Ketua PC. FSPPP-SPSI Kabupaten Aceh Tamiang, Tedi Irawan, Kamis (1/9/2016).

Pelarangan Sapri memasuki rumah pondok Karyawan PT MPLI dilakukan Sudarno, manajer perusahaan tersebut  dengan pengawalan seorang anggota Polsek Tamiang Hulu dan Satpam perusahaan.

"Sudah seminggu kedua anak saya tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Sebab perlengkapan sekolah beserta pakaian sekolah  anak-anak berada di dalam rumah yang dipalang Manajer PT MPLI. Semua ini gara-gara saya masuk serikat pekerja," ujar Sapri kepada GoAceh.

Sapri mengaku heran, manajemen perusahaan yang berada di Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh ini memiliki jumlah karyawan mencapai seribuan orang lebih. Namum peraturan dan kebijakan yang diterapkan bertentangan dengan Undang-undang tentang Ketenagakerjaan.

"Saya mengetahui banyaknya terjadi pelanggaran dan penyimpangan oleh manajemen setelah saya bergabung di serikat pekerja SPPP-SPSI. Di situ saya mulai belajar aturan pemerintah yang berhubungan dengan tenaga kerja," ujar Sapri yang merupakan Ketua PUK SPPP-SPSI.

Saat dikonfirmasi GoAceh, Direksi PT MPLI, Joni Rusli melalui selulernya hingga berulang kali sejak pagi hingga sore hari, Kamis (1/9/2016) kemarin gagal, karena nomornya dialihkan. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan melalui Security Afdeling II, Ali Husin yang diduga turut mendampingi Sudarno, saat memalang pintu dan jendela rumah Sapri.

GoAceh juga menghubungi KTU PT MPLI, Iswanto, namun upaya konfirmasi bernasib sama karena seluler yangh selama ini bisa dihubungi sudah tidak aktif.

Editor:TAM
Kategori:Badminton, PON
wwwwww