Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
19 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
7 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
18 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
20 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Beladiri

Wanita Misterius Kasus Meranti Berdarah, Polisi: Brenda Belum Bisa Dijadikan Tersangka

Wanita Misterius Kasus Meranti Berdarah, Polisi: Brenda Belum Bisa Dijadikan Tersangka
Sosok Brenda saat di Mapolda Riau, beberapa hari lalu (Foto: Chairul Hadi)
Sabtu, 03 September 2016 07:00 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Tiga anggota polisi Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, berinisial AS, BY dan EM, terancam dijerat pasal berlapis, serta dipecat sebagai aparat hukum terkait meninggalnya Apriadi Pratama, pelaku yang menikam sampai mati Brigadir Adil S Tambunan.

Polda Riau memastikan, tersangka bakal bertambah seiring berjalannya proses penyelidikan kasus tersebut, termasuk bentrokan berdarah di Polres Kepulauan Meranti, pekan lalu. Lantas bagaimana dengan Brenda, wanita yang disebut-sebut pemicu perkelahian maut antara Apriadi dan Adil?

"Dia (Brenda, red) belum bisa dijadikan tersangka. Sejauh ini kan statusnya masih sebagai saksi," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau, Komisaris Besar (Kombes) Surawan menjawab GoRiau.com (GoNews Group), Jumat (2/9/2016) sore kemarin.

Alasannya, sambung Surawan, lantaran Brenda tidak terlibat langsung kasus ini, yang ditenggarai dipicu oleh cinta segitiga diantara mereka. "Karena dia tidak terlibat. Meski demikian, kita (Polda Riau, red) akan tetap melakukan pendalaman," yakin Surawan.

Sedangkan terkait bentrokan berdarah di halaman Polres Kepulauan Meranti yang menewaskan warga sipil bernama Isrusli, Polda Riau sampai sekarang juga terus menyelidiki, terutama soal kesalahan prosedur anggota dalam menangani unjuk rasa.

"Pasti, itu kita akan usut. Satu persatu kita ungkap. Kita juga terus berkoordinasi dengan Reskrimum," jawab Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Riau, AKBP Piyoto Agung Yuwono.

Nama Brenda mencuat lantaran dari rekaman CCTv pada saat kejadian, dirinya sedang bersama mendiang Adil berjalan di halaman Hotel Furama. Saat itulah Apriadi muncul dan tiba-tiba menikam korban hingga meninggal dunia.

Saat itu polisi menyebutkan bahwa perkelahian ini dipicu diakibatkan adanya motif cemburu. Selang beberapa jam usai penikaman, Apriadi akhirnya berhasil ditangkap. Polisi juga menembak kaki pria muda tersebut.

Berselang beberapa jam usai ditangkap, Apriadi justru meninggal dunia. Kematiannya langsung menuai pertanyaan warga, lantaran dianggap tak wajar. Buntutnya, bentrokan pun pecah di Polres, di mana satu warga bernama Isrusli meregang nyawa. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww