Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
23 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
2
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
21 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
3
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
24 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
4
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
21 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
5
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
6
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
22 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Home  /  Berita  /  Badminton

Gubernur Riau Angkat Bicara Soal Penyanderaan 7 Orang Penyidik KemenLHK di Rohul

Gubernur Riau Angkat Bicara Soal Penyanderaan 7 Orang Penyidik KemenLHK di Rohul
Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman.
Minggu, 04 September 2016 14:26 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman akhirnya buka suara soal isu penyanderaan tujuh orang penyidik dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) di Rokan Hulu, Riau. Orang nomor satu di Riau ini mengimbau seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah dan perusahaan agar saling memahami fungsi dan tugasnya masing-masing.

"Masyarakat dan perusahaan harus mendukung penuh pengawasan yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Ini semua yang dilakukan oleh pemerintah pasti untuk kebaikan masyarakat juga. Apa lagi mereka (penyidik KemenLHK) datang ke sana (Rohul) karena diberi tugas oleh atasannya (Menteri LHK)," ungkap Andi Rachman kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Minggu (4/9/2016).

Ia pun menegaskan, bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan dan penyidikan yang dilakukan pemerintah dengan mendatangi lokasi lahan yang terbakar tersebut sebenarnya sah-sah saja. Apa lagi, penyidik yang turun ke lapangan bertujuan untuk menjalankan tugas negara. Untuk itu, ia pun meminta seluruh masyarakat dan internal perusahaan yang terkait untuk sama-sama memahami.

"Sah-sah saja, tugas yang dijalankan itu kan diberi oleh atasannya. Kecuali, petugas tersebut nggak mendapat surat tugas dan pergi-pergi begitu aja. Perusahaan juga harus mengerti," tegasnya. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww