Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
20 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
14 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Petani Padi dan Palawija di Riau Masih Bersedih, NTP Tanaman Pangan Turun 0,17 Persen

Petani Padi dan Palawija di Riau Masih Bersedih, NTP Tanaman Pangan Turun 0,17 Persen
ilustrasi. (internet)
Minggu, 04 September 2016 09:19 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Kendati Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Riau pada Agustus 2016 mengalami kenaikan sebesar 0,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya, nyatanya nasib petani pangan masih bersedih. Pasalnya, NTP subsektor tanaman pangan seperti padi dan palawija mengalami penurunan sebesar 0,17 persen.

"NTP Riau memang naik sebesar 0,58 persen, tetapi NTP subsektor tanaman pangan mengalami penurunan sebesar 0,17. Ini dikarenakan indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,10 persen. Sementara indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen," ungkap Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Riau, Joni Kasmuri kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Minggu (4/9/2016).

Dijelaskan Joni, subsektor NTP Riau Agustus 2016 tidak seluruhnya mengalami peningkatan, diantaranya pada sektor tanaman pangan seperti padi dan palawija terjadi penurunan 0,17 persen, holtikultura meningkat 0,45 persen, perkebunan rakyat meningkat 0,77 persen, dan peternakan meningkat 0,90 persen, dan perikanan menurun 0,15 persen.

"Pemicu meningkatnya NTP peternakan karena bulan ini akan terjadi Idul Adha, sehingga peternak mulai menaikan harga," tuturnya. ***

wwwwww