Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
15 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
9 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
14 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
9 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
9 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
9 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  Badminton
Belum Rekam e-KTP

31 Ribu Warga Bireuen Terancam Kesulitan Administrasi

31 Ribu Warga Bireuen Terancam Kesulitan Administrasi
Ilustrasi
Senin, 05 September 2016 17:45 WIB
Penulis: Rahmat Hidayat

BIREUEN - 31 ribu warga Bireuen terancam kesulitan mengurus berbagai keperluan administrasi, bila hingga 30 September nanti tidak melakukan perekaman e-KTP di kantor camat maupun di kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil.

"Surat Mendagri Nomor 471 2016 tentang Percepatan Penerbitan KTP elektronik dan akta kelahiran. Batas perekaman KTP elektronik sampai 30 September 2016," ungkap Kadisdukcapil Bireuen, M Jafar Majid.

Untuk perekaman KTP warga bisa ke kantor Disdukcapil dan kantor camat yang perangkat perekamannya masih bagus, seperti di Simpang Mamplam, Kota Juang, dan Peusangan. Sedangkan perangkat di Kutablang dalam keadaan rusak adan akan diperbaiki.

Jika sampai batas waktu itu belum juga merekam data ke kantor camat maupun ke kantor Disdukcapil, mulai Oktober 2016, warga kesulitan mengurus berbagai keperluan administrasi. “Perekaman tersebut dikhususkan lagi bagi penduduk yang pada tanggal 1 Mei 2016 sudah berusia 17 tahun atau sudah menikah,” jelas Kadisdukcapil Bireuen, M Jafar Majid.

Berdasarkan data di Disdukcapil Bireuen, jumlah wajib KTP elektronik 324.200 orang dari jumlah penduduk 466.187 jiwa. Yang belum merekam lebih kurang 31.000 orang.
“Bagi masyarakat yang belum membuat akta kelahiran untuk mengurusnya. Tidak dipungut biaya pengurusan dokumen kependudukan seperti KK, KTP, akta kelahiran, dan akta kematian," kata M jafar Majid.

Editor:TAM
Kategori:Badminton, PON
wwwwww