Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
17 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
20 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
17 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Akademisi Minta Timses Cagub Jangan Saling Menghujat

Akademisi Minta Timses Cagub Jangan Saling Menghujat
Ilustrasi
Kamis, 08 September 2016 15:04 WIB
Penulis: Amiruddin

SIGLI - Suhu politik di Aceh mulai memanas semakin dekat hari pemilihan Pilkada 2017. Namun para tim sukses bakal calon gubernur (cagub) Aceh diminta dapat menahan diri dengan tidak saling menyerang serta menghujat.

“Harus menahan diri, jangan saling menyerang dan menghujat, meski suhu politik makin memanas menjelang hari pemilihan," kata tokoh muda Aceh yang juga akademisi salah satu kampus di Jakarta, Iswadi kepada GoAceh, Selasa,(8/9/2016).

Mantan Dekan III FKIP Universitas Serambi Mekkah (USM) Aceh tersebut optimis meski suhu politik akan memanas memasuki Pilkada 2017, tidak akan berimbas pada roda pembangunan di bumi Serambi Mekkah.

"Boleh bersaing asal suasana tetap kondusif. Kita tidak peduli siapapun gubernur Aceh berikutnya, yang penting bisa mensejahterakan warganya dan menciptakan peluang kerja seluas-luasnya," ujarnya.

Tugas yang paling penting bagi gubernur Aceh mendatang adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena itu tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945. Dia berharap rakyat miskin tak lagi dirugikan oleh berbagai kebijakan yang diambil oleh gubernurnya.

Mahasiswa program doktoral Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tersebut optimistis masyarakat Aceh tidak akan memilih gubernur yang hanya dengan mengandalkan popularitas dan elektabilitas semata.

"Sebab pemimpin adalah faktor yang sangat menentukan rakyat akan sejahtera atau tidak. Karena, kalau sampai salah pilih, maka akibatnya akan ditanggung selama lima tahun ke depan," katanya

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Metropolitan, Badminton, Aceh
wwwwww