Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
11 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
12 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Satu Per Satu, Produsen Tahu di Kuansing Sadar akan Bahaya Formalin

‎Satu Per Satu, Produsen Tahu di Kuansing Sadar akan Bahaya Formalin
Tim Diskes Kuansing sedang memeriksa produsen pembuat tahu, Kamis (8/9/2016) siang.
Kamis, 08 September 2016 22:52 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Produsen tahu di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mulai memperhatikan higenitas produk yang dibuatnya. Dimana, mereka meminta agar Pemkab Kuansing, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Diskes), untuk memeriksa bahan yang digunakan dalam membuat tahu.

"Hal ini membuktikan bahwa mereka mulai mengutamakan higenitas dari produk yang mereka buat," ujar Kabid PMK Diskes Kuansing, dr. Detri Elvira usai memeriksa lima produsen tahu dan satu usaha kerupuk di Singingi Hilir, Kamis (8/9/2016) siang.

Dikatakan Detri, pemeriksaan bahan pembuat tahu tersebut, murni keinginan dari pelaku usaha. Karena, mereka ingin produknya bebas dari bahan pengawet yang mengandung formalin.

"Setelah kita cek satu per satu, alhamdulillah tidak ditemukan adanya formalin," ujar Detri.

Untuk seluruh pelaku usaha makanan, Detri mengimbau agar menggunakan bahan yang benar-benar terdaftar pada BPOM. Selain itu, harus memperhatikan merk dan perusahaan yang membuatnya.

"Ini penting. Sebab, kadang ada logo BPOM-nya, tapi ternyata palsu. Jadi, masyarakat jangan tertipu," pungkas Detri.***

Kategori:Voli, Badminton
wwwwww