Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
11 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
12 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Badminton

Alexandra Harris, Novelis Amerika Terinspirasi Tsunami Aceh

Alexandra Harris, Novelis Amerika Terinspirasi Tsunami Aceh
Sampul novel Alexandra Harris
Jum'at, 09 September 2016 22:44 WIB
NEW YORK - Tidak hanya sampai di situ, tragedi pilu itu ternyata mampu menggerakkan tangan Alexandra Harris, warga Amerika, untuk menulis hal yang sama dengan Tere Liye. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dalam sebuah wawancaranya dengan VOA dalam program VOA Executive Lounge beberapa waktu yang lalu, Alexandra sebenarnya sudah tumbuh di Indonesia tepatnya Jakarta.

"Saya lulus dari SMA di Jakarta di JIS, SMP juga," sebagaimana dikutip brilio.net dari VOA, Jumat (9/9).

Setelah itu, dia kembali ke Amerika, baru pada 2006 dia mendarat di Aceh untuk melakukan tugasnya sebagai staf komunikasi untuk kantornya. Sebenarnya, misinya ke Aceh bukan secara khusus meneliti soal bencana.

"Di Aceh saya mewawancarai wanita dalam peran wanita dalam proses perdamaian," tuturnya.

Akan tetapi, tragedi serta kondisi masyarakat Aceh kala itu ternyata membuat hatinya untuk menuliskan novel. Karya bertebal 238 halaman tersebut kemudian diberi judul 'the Frangipani Year'.

Novel tersebut mengisahkan seorang peneliti PBB bernama Angela saat bekerja di Aceh. Dalam plotnya, Angela benar-benar kebingungan dengan kondisi Aceh hingga mempengaruhi pekerjaan dan kisah asmaranya.

Memang kisah dari novel tersebut banyak terinspirasi dari kehidupannya. Bahkan kisah cintanya bersama pacarnya yang sekarang menjadi suaminya juga dimasukkan dalam novel tersebut.

"It is fictional but it is based on my experience (meski fiksi, tapi itu berdasarkan pengalaman saya),' jelasnya.

Perbedaan budaya yang dia soroti dalam novel ini adalah soal peraturan yang berbeda di Aceh dibandingkan di Jakarta, tempat dia tumbuh saat dewasa. Terlebih lagi hukum Islam yang membuat dia merasa culture shock.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:brilio.net
Kategori:Aceh, Badminton, Umum
wwwwww