Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
11 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
10 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Badminton

Dengan Biaya Investasi Rp250 Miliar, Pembangkit Listrik Biomassa dari Bahan Cangkang Sawit Bakal Dibangun di Kalbar

Dengan Biaya Investasi Rp250 Miliar, Pembangkit Listrik Biomassa dari Bahan Cangkang Sawit Bakal Dibangun di Kalbar
Penandatanganan MOU pembuatan pembangkit listrik Biomassa Kalbar, di Kantor PLN Jakarta. (Ngadri/GoNews)
Sabtu, 10 September 2016 13:14 WIB
Penulis: Ngadri
PONTIANAK- Guna memasok kekurangan aliras listrik di Kalimantan Barat, Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggandeng perusahaan swasta untuk membangun Pembangkit listrik Biomassa 10 Mega Watt (MW).

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak antara PLN Wilayah Kalbar yang langsung dilakukan oleh General Manager, Bima Putra Jaya dengan Direktur Utama PT Rezeki Perkasa Sejahtera Lestari Suhendera, selaku pengembang listrik swasta (IPP), di Kantor Pusat PLN Jakarta, Jumat (09/09/2016) kemarin.

Dalam penandatanganan MOU tersebut, disaksikan langsung Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan Djoko R. Abumanan.

Pembangkit yang berlokasi di Desa Wajok, Siantan, Kabupaten Mempawah ini merupakan pembangkit Biomassa pertama yang dibangun di Kalimantan Barat.

Pembangunannya sendiri akan dilaksanakan selama 14 bulan, dengan biaya investasi sebesar Rp 250 miliar. Dan diperkirakan pada tahun 2017 mendatang pembangkit tersebut sudah bisa beroperasi.

Direktur Bisnis PLN Regional Kalimantan Djoko R. Abumanan kepada GoNews.co, menjelaskan, PLN sangat mendukung pengembangan dan pemanfaatan sumber-sumber energi baru untuk pembangkit listrik tersebut.

"Di Kalimantan itu sangat banyak potensi Biomassa. Pembangkit listrik Biomassa ini selain cepat pengerjaanya juga dapat dibangun dekat dengan transmisi listrik yang sudah dimiliki PLN. Sehingga begitu produksi, listriknya langsung disalurkan ke masyarakat," ujar Djoko, Sabtu (10/09/2016).

Pembangkit biomassa ini kata dia, akan memproduksi sekitar 70 juta KWH dalam setahun, dengan menggunakan sekitar 98.400 ton limbah cangkang sawit sebagai bahan bakar.

Listrik yang dihasilkan nantinya akan disalurkan melalui jaringan 20 Kilo Volt, sepanjang 5,6 kilometer sirkuit (KMS) dari titik interkoneksi Gardu Induk (GI) Siantan ke sistem Khatulistiwa.

Saat ini sistem listrik Khatulistiwa sendiri sudah melayani pelanggan PLN di Pontiantak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Pembangkat, dan Sambas. Memiliki daya mampu rata-rata 305 MW dengan beban puncak rata-rata mencapai 300 MW.

Selain memperkuat pasokan listrik di Kalimantan Barat, pembangkit Biomassa ini akan menjadi ikon baru yang dapat dibanggakan masyarakat Kalimantan Barat, karena menjadi salah satu percontohan mesin pembangkit yang memanfaatkan limbah cangkang sawit sebagai sumber energi baru dan terbarukan. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta, Kalimantan Barat
wwwwww