Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
12 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Badminton

Menang Praperadilan, Polda Riau Lanjutkan Kasus Pemalsuan Data Otentik 2 Pejabat BPN

Menang Praperadilan, Polda Riau Lanjutkan Kasus Pemalsuan Data Otentik 2 Pejabat BPN
Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Surawan
Selasa, 13 September 2016 13:17 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Tersangka kasus dugaan pemalsuan akta otentik yang melibatkan dua pejabat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kampar, Riau dipastikan berlanjut di Polda Riau. Putusan ini setelah keduanya dinyatakan kalah dalam praperadilan, Selasa (13/9/2016).

Dua orang pejabat berinisial SH dan JE ini dinyatakan kalah dalam praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa siang. Dengan begitu, kasus tersebut kembali dilanjutkan penyidikannya oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrium) Polda Riau.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Surawan menjelaskan, tersangka SH sekarang ditahan penyidik, sementara JE belum dengan alasan masih kooperatif selama pemeriksaan. SH sebelumnya bahkan juga mengajukan penangguhan penahanan.

"Belakangan dia (SH) tidak kooperatif dan menyembunyikan barang bukti, maka itu akhirnya kita tahan lagi," tandas Kombes Surawan saat dikonfirmasi GoRiau.com (GoNews Group), Selasa siang.

Adapun SH, menjabat selaku Kepala Seksi Pengukuran di BPN Kampar, sedangkan JE selaku seksi pengukuran BPN Siak.‎ Kasus tersebut bermula ketika Polda Riau menerima laporan adanya tumpang tindih terhadap sertifikat kepemilikan lahan di Kampar.

Dari informasi yang dihimpun, tersangka SH dan JE diduga sudah memasukkan keterangan palsu dalam dokumen pertanahan milik salah seorang masyarakat. "Sekarang masih proses pemberkasan. Nanti kalau sudah lengkap kita tahap I untuk pengiriman berkas," tutupnya. ***

wwwwww