Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPU DKI Gelar Sayembara Maskot dan Jingle Pemilihan Gubernur Jakarta
Pemerintahan
24 jam yang lalu
KPU DKI Gelar Sayembara Maskot dan Jingle Pemilihan Gubernur Jakarta
2
Jet Pribadi Sandra Dewi Diselidiki Kejagung dalam Kasus Korupsi PT Timah
Hukum
24 jam yang lalu
Jet Pribadi Sandra Dewi Diselidiki Kejagung dalam Kasus Korupsi PT Timah
3
Johnny Depp Berencana Beli Kastil Tua Bersejarah di Italia
Umum
23 jam yang lalu
Johnny Depp Berencana Beli Kastil Tua Bersejarah di Italia
4
Ditanya Kemungkinan Rujuk dengan Farhat Abbas, Nia Daniaty Pilih Bungkam
Umum
24 jam yang lalu
Ditanya Kemungkinan Rujuk dengan Farhat Abbas, Nia Daniaty Pilih Bungkam
5
PJ Gubernur Ribka Haluk Buka UKW Perdana Papua Tengah
Umum
23 jam yang lalu
PJ Gubernur Ribka Haluk Buka UKW Perdana Papua Tengah
6
Indonesia Taklukkan Australia, Gol Tunggal Komang Buka Peluang ke Perempat Final
Olahraga
21 jam yang lalu
Indonesia Taklukkan Australia, Gol Tunggal Komang Buka Peluang ke Perempat Final
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Meresahkan, Pebalap Liar 'sulap' Jalan Imam Munandar Jadi Arena Trek-trekan Maut

Meresahkan, Pebalap Liar sulap Jalan Imam Munandar Jadi Arena Trek-trekan Maut
Beberapa pebalap liar yang terjaring polisi di Pekanbaru (Foto: Dok GoRiau.com)
Minggu, 18 September 2016 02:52 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Ajang balap liar di Kota Pekanbaru, Riau khususnya saat akhir pekan ternyata masih saja terjadi. Jika biasanya mereka ngetrek di kawasan Purna MTQ, sekarang justru pindah ke Jalan Imam Munandar.

Pantauan GoRiau.com (GoNews Group, Minggu (18/9/2016) dini hari, lokasi balapan ini persis di persimpangan lampu merah Jalan Imam Munandar-Sakuntala-Kelapa Sawit. Mereka tidak menghiraukan marabahaya, meskipun itu adalah jalan umum.

Pebalap liar menjadikan persimpangan tersebut sebagai titik berputar. Dari sana motor digeber ke titik berikutnya berjarak sekitar 100-an meter ke arah SPBU Imam Munandar. Mereka meletakkan tong sampah rotan di tengah jalan sebagai tanda berputar berikutnya.

Joki-joki ini terlihat asyik memacu kuda besinya yang mayoritas sudah dimodifikasi, termasuk kenalpot dan atribut lainnya. Ada pula sepeda motor yang tidak memakai lampu. Bahkan kebanyakan mereka tidak menggunakan alat pelindung (helm, red).

Menurut salah seorang pedagang kaki lima di sana, aksi trek-trekan itu selalu ada setiap malam mingguan hingga dini hari. "Sering dibubarkan polisi patroli, mereka kabur berpencar, kan banyak jalan lari. Setelah itu balik lagi dan balap lagi," katanya.

Aksi balapan ini juga ditonton puluhan orang yang mayoritas para kaula muda. Mereka memarkirkan sepeda motor di emperan toko sekitar hingga sampai di pintu ke luar SPBU.

Tentu ini sangat membahayakan, sebab Jalan Imam Munandar sering dilintasi tak hanya kendaraan pribadi, melainkan truk bertonase besar yang ke luar kota melewati lintas timur. Trek-trekan itu juga beresiko bagi pemotor lainnya. ***

Kategori:Peristiwa
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/