Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
13 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
14 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
14 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
18 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton
Kecanduan Game Online

Berhasil Diversi, Polisi Pekanbaru Bebaskan Lima Bocah Pelaku Pencurian

Berhasil Diversi, Polisi Pekanbaru Bebaskan Lima Bocah Pelaku Pencurian
Lima bocah pelaku pencurian saat diamankan di Mapolsek Senapelan beberapa waktu lalu
Selasa, 20 September 2016 11:19 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Setelah melakukan penyidikan mendalam terhadap lima bocah laki-laki pelaku pencurian, DK (17), RF (16), RR (15), FA (15) dan FF (15) yang ditangkap Sabtu (17/9/2016) lalu. Polsek Senapelan, Pekanbaru, Riau akhirnya mendiversikan para pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Senapelan, Ipda Abdul Halim, mengatakan, karena para pelaku masih dibawah umur dan berstatus sebagai pelajar, pihak melakukan upaya diversi.

"Kemarin (Senin, 19 September 2016) kita sudah lakukan diversi dan kelimanya langsung dibebaskan hari itu juga," kata Halim saat berbincang dengan GoRiau.com di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (20/9/2016) pagi.

Kepada GoRiau.com, Kanit menuturkan, motif para pelaku, barang curiannya itu dijual ke pemulung dan hasilnya digunakan untuk bermain game online di warnet.

"Pengakuan mereka, tidak sampai masuk ke dalam ruko korban. Hanya mengambil sejumlah baterai yang ada di luar ruko. Selain melanggar pasal 363 KUHP, mereka juga melanggar pasal 170 KUHP. Karena saat dipergoki, sempat melempar rumah salah seorang saksi," tuturnya.

Terkait laporan korban yang mengaku kehilangan 120 sepeda elektrik, 40 buah controller sepeda, 20 saringan arus sepeda dan 150 buah bola lampu. "Dugaan kita ada pelaku lainnya, tidak hanya bocah-bocah ini. Kita masih akan selidiki lagi," tutupnya.***

wwwwww