Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
12 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
17 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Jawa Barat
PON XIX Jawa Barat 2016

Menpora Sayangkan Pemukulan Oleh Aparat TNI Terhadap Atlet Polo Air

Menpora Sayangkan Pemukulan Oleh Aparat TNI Terhadap Atlet Polo Air
Insiden aparat TNI mengintimidasi atlet Polo Air Sumsel dan DKI. (Azhari/GoNews)
Selasa, 20 September 2016 11:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyayangkan terjadinya kasus pemukulan yang terjadi dalam pertandingan babak semifinal cabang Polo Air PON XIX Jawa Barat yang mempertemukan tuan rumah Jawa Barat dan Sumatera Selatan di Kolam Renang Gelora Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (19/9/2016).

Bahkan, politisi PKB ini meminta Pengurus Besar Pekan Opahraga Nasional (PB PON) dan KONI Pusat mengusut tuntas kasus pemukulan tersebut.

"Saya minta PB PON dan KONI Pusat mengusut tuntas peristiwa pemukulan yang terjadi di arena Polo Air di PON Jabar," kata Imam Nahrawi di Jakarta, kemarin.

Menurut Imam, kasus pemukulan itu telah mencederai dunia ooahraga Indonesia. "Sungguh memalukan. Mestinya PON itu ajang adu prestasi tetapi terbalik malahan emosi yang nampak. Sudahi dan sudahi cara-cara yang tidak bermartabat ini," katanya.

Imam Nahrawi meminta aparat keamanan untuk mengendalikan diri dan jangan mudah terpancing dan emosional. Permintaan yang sama juga ditujukannya kepada suporter yang terlibat. "Ayo kendalikan diri dan jangan ciderai ajang prestasi ini," tegasnya.

Secara khusus Imam meminta kepada seluruh hakim, wasit dan juri yang bertugas untuk bertindak adil, jujur dan sportif. "Jangan berpihak pada siapapun kecuali kepada kejujuran, kebenaran dan keadilan. Sudahi keberpihakan yang dicurigai menguntungkan propinsi tertentu. Ayo bertindak arif, bijak dan menguntungkan prestasi nasional atlet kita," katanya lagi.

Dalam kerusuhan itu, bukan hanya melibatkan pemain Tim Polo Air Jawa Barat dan Tim Polo Air Sumateta Selatan di dalam kolam. Namun, perkelahian juga terjadi antara suporter dari DKI Jakarta dengan aparat keamanan. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww