Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
22 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
15 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
15 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
15 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
20 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Tuntut Pengelola Turunkan Biaya Tagihan Listrik dan Cas, Ratusan Pedagang Plaza Sukaramai Demo

Tuntut Pengelola Turunkan Biaya Tagihan Listrik dan Cas, Ratusan Pedagang Plaza Sukaramai Demo
Ratusan pedagang Plaza Sukaramai berdemo menuntut biaya tagihan listrik dan cas diturunkan (Foto: Dokumen GoRiau.com)
Selasa, 20 September 2016 14:25 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Ratusan pedagang di Plaza Sukaramai, jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau berunjuk rasa di parkiran Ramayana, Selasa (20/9/2016) siang, menuntut pihak pengelola menurunkan biaya tagihan listrik bulanan.

"Kami minta uang cas (kebersihan dan kemanan) dari Rp9 ribu perhari diturunkan jadi Rp4 ribu, uang listrik sebulan Rp180 diturunkan jadi Rp100 ribu perbulan," kata Korlap Pedganga, Budi dalam orasinya saat demo di Kantor Pengelola Plaza Sukaramai, Selasa siang.

Terpisah, salah seorang pedagang saat berbincang dengan GoRiau.com, mengakui jika dirinya dan para pedagang lain merasa tertipu dengan janji-janji pengelola yang memberikan pelayanan baik untuk pedagang.

"Waktu di dalam (sebelum terbakar, red) biaya tagihan bulanan tak sampai Rp250 ribu perbulannya. Sebagian kios pedagang justru listriknya dimatikan karena menolak membayar tagihan," ujar Ujang.

Pantauan GoRiau.com, ratusan pedagang tetap bersikeras menuntut untuk pihak pengelolan untuk menurunkan biaya tagihan. Bahkan pedagang mengancam menggelar aksi lebih besar jika pengelola tidak memenuhi tuntutan pedagang.

Hingga berita ini diterbitkan, ratusan pedagang masih bertahan di Kantor Pengelola hingga tuntutannya dipenuhi.***

Kategori:Badminton, Olympic
wwwwww