Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
14 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
16 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
12 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Beladiri

3 Mucikari Ditangkap, Polda Riau Bongkar Bisnis Esek-esek Online Anak di Bawah Umur

3 Mucikari Ditangkap, Polda Riau Bongkar Bisnis Esek-esek Online Anak di Bawah Umur
Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Surawan saat ekspose, Rabu siang (Foto: Chairul Hadi)
Rabu, 21 September 2016 13:15 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau berhasil membongkar bisnis esek-esek alias prostitusi online di Kota Pekanbaru. Dua orang pria dan seorang wanita diamankan polisi dengan sejumlah barang bukti.

RT alias Edo (20), DD alias Odi (18) dan wanita berinisial Nr (20) terpaksa digelandang ke Mapolda Riau, lantaran menjajakan anak di bawah umur untuk lelaki hidung belang. Tak tanggung-tanggung, bisnis esek-esek bahkan sudah berjalan enam bulan lamanya.

"Dari operasi ciber patrol kita temukan sebuah Facebook yang di dalamnya menjajakan wanita di bawah umur. Kita lakukan undercover di salah satu hotel di Pekanbaru tadi malam pukul 20.30 WIB," ujar Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Surawan.

Di hotel tersebut, Subdit III berhasil menangkap Edo. Dia lah yang diduga otak dari bisnis ini. "Dari dia kita dapatkan dua anak di bawah umur inisial G umur 16 tahun dan D usia 15 tahun," sambungnya saat ekspose di ruang gelar perkara, Rabu (21/9/2016) siang.

Setelah meringkus Edo, polisi pun melacak rekannya yang lain, berinisial Odi dan Nr. "Kita duga mereka ini sindikat. Masing-masing mucikari punya tarif berbeda, ada Rp3 juta/perorang hingga Rp800 ribu. Semuanya sudah kita mintai keterangan," bebernya.

Atas perbuatannya, ketiga mucikari ini terancam dipenjara 10 tahun. Polisi sampai sekarang juga masih mencari tahu, berapa orang anak di bawah umur yang masuk dalam jaringan sindikat tersebut.

"Pengakuannya si Edo, dia punya dua orang anak di bawah umur, sedangkan untuk kelompok Odi ada tiga orang. Ketiganya kita tenggarai satu jaringan dan saling kenal," tukas Kombes Surawan, didampingi Kasubdit III. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww