Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
15 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
17 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
17 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Bisa Booking ke Luar Kota, Mucikari Edo Cs Ternyata Punya Pelanggan Kalangan Menegah ke Atas

Bisa Booking ke Luar Kota, Mucikari Edo Cs Ternyata Punya Pelanggan Kalangan Menegah ke Atas
Tiga terduga mucikari online komplotan Edo Cs (Foto: Chairul Hadi)
Rabu, 21 September 2016 17:55 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Sindikat prostitusi online yang berhasil dibongkar Subdit III Direktorat Reskrimum Polda Riau di Kota Pekanbaru ternyata memiliki pelanggan dari kalangan menengah ke atas yang notabene berkocek tebal.

Kenapa tidak, harga ABG (Anak baru gede, red) yang dijajakan ke lelaki hidung belang tersebut punya tarif mentereng, mulai dari Rp800 ribu hingga 3 jutaan Rupiah untuk sekali tidur. Bayangkan berapa keuntungan yang diraup dalam sekali transaksinya.

Usut punya usut, sang mucikari berinisial RT alias Edo dan dua rekannya DD alias Odi serta seorang wanita, Nr diketahui tidak hanya menjajakan 'anak asuhnya' di Kota Pekanbaru saja, melainkan bisa dibooking ke luar kota.

"Pengakuan sementara ini demikian. Tergantung yang pesan (booking, red). Nanti tarifnya berbeda," jawab Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Surawan menjawab GoRiau.com (GoNews Group), Rabu (21/9/2016) siang.

Menurut Surawan, pelanggan dari Edo Cs ini beragam. Ditenggarai yang kerap memesan anak di bawah umur tersebut dari kalangan lelaki usia 30 tahunan ke atas. Setelah harga disepakati, Edo Cs akan membawa anak asuhnya ini ke hotel yang ditentukan.

Tak cuma para ABG alias anak di bawah umur, Edo Cs juga 'menyediakan' wanita dewasa dengan usia 19 hingga 20 tahun. Sedangkan untuk anak di bawah umur, usia mereka berkisar 15 hingga 17 tahun, di mana rata-rata sudah putus sekolah.

"RT alias Edo punya dua orang anak di bawah umur yang dijual, sedangkan DD alias Odi dan Nr ada tiga. Total ada lima korban prostitusi online," sambung Kombes Surawan.

Dalam merekrut dan memasarkan wanita-wanita itu, Edo Cs kerap memanfaatkan media sosial. Sementara pengakuan para korban ke polisi, mereka tergiur lantaran diming-imingkan uang untuk sekali melayani pelanggan. ***

wwwwww