Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
9 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
12 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Modus Minta Pijit, Buruh Bangunan Ini Tega 'Rogol' Anak Kandungnya

Modus Minta Pijit, Buruh Bangunan Ini Tega Rogol Anak Kandungnya
AK saat ekspos di Mapolsek Limapuluh, Rabu siang (Foto: Dokumen GoRiau.com)
Rabu, 21 September 2016 11:46 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Tega mencabuli anak gadisnya yang masih berusia 13 tahun, seorang buruh bangunan, AK (36) diamankan tim opsnal Polsek Limapuluh, Pekanbaru, Riau, Selasa (20/9/2016) pagi.

"Kita dapat informasi dari ibu korban yang mengaku anaknya telah dicabuli oleh ayah kandungnya. Tanpa menulur waktu, sekitar pukul 10.00 WIB langsung kita lakukan pengejaran," kata Kanit Reskrim Polsek Limapuluh, Ipda M Bahari Abdi, saat berbincang dengan GoRiau.com di ruang kerjanya, Rabu (21/9/2016) siang.

Kejadian, Selasa (20/9/2016) sekitar pukul 01.00 WIB, awalnya, pelaku minta dipijit. Tapi, pelaku justru menggerayangi korban. Beruntung, korban bisa menolak dan langsung menceritakannya ke ibunya.

"Setelah dipancing, AK ditangkap di jalan Thamrin, Kecamatan Sail, Pekanbaru. Tanpa perlawanan, pelaku kita amankan ke Mapolsek Limapuluh untuk pemeriksaan," tukasnya.

Kepada GoRiau.com, Kanit menuturkan, hasil pemeriksaan, pelaku tidak mengakui perbuatannya. Namun, dari keterangan adik korban, sempat mendengar pelaku membujuk korban agar melayani hasrat bejatnya.

"Selain pelaku, kita juga mengamankan, pakaian dalam milik korban dan pelaku sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan," tuturnya.

Terpisah, saat diwawancarai GoRiau.com, AK mengaku jika dirinya difitnah oleh sang anak yang tidak mau tinggal bersamanya dan memilih tinggal bersama ibunya.

"Saya sudah cerai setahun lalu, anak saya ini tidak mau tinggal sama saya, karena itu dia (korban) tuduh saya seperti itu," bela AK.

Untuk proses hukum, AK dijerat pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman minimal lima tahun maksimal 20 tahun tahun penjara.***

wwwwww