Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Riau Terbanyak Perusahaan Migas, tapi Pekerjanya Susah Ikut Sertifikasi

Riau Terbanyak Perusahaan Migas, tapi Pekerjanya Susah Ikut Sertifikasi
ilustrasi. (internet)
Rabu, 21 September 2016 15:52 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Perusahaan Pengeboran Minyak Gas dan Panas Bumi Indonesia (APMI), Dharmizon Piliang mendukung penuh terciptanya Pusat Pendidikan Pengembangan SDM di Riau.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi merupakan kebutuhan penting bagi daerah yang memiliki kekayaan alam minyak dan gas (Migas) seperti halnya Provinsi Riau.

"Riau ini provinsi yang memiliki potensi migas luar biasa selain Kalimantan. Tetapi, tenaga kerja yang tersertifikasi di Riau itu belum banyak," ungkap Dharmizon kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (21/9/2016).

Dengan didampingi Kepala Bidang (Kabid) ESDM Rizal Ikhwan dan Suprianggo Prakoso, ia menuturkan, bahwa pihaknya memiliki anggota sebanyak 356 perusahaan yang bergerak dalam bidang pengeboran minyak, gas, dan panas bumi. Dari total keseluruhan tersebut, persebaran perusahaan migas paling banyak ditemui di Riau.

"Sangat disayangkan kalau Riau tidak menjadi tuan rumah di rumah sendiri. ESDM dan sertifikasi harus diperhatikan. Kearifan lokal harus lahir dari Riau sendiri. Dengan memiliki pusat pengembangan kompetensi dan tempat sertifikasi sendiri, Riau bisa mengembangkan SDM nya," ucapnya.

Selama ini, tenaga kerja yang bekerja di perusahaan migas di Riau melakukan sertifikasi di Cepu, Jawa Tengah. Hanya saja, proses sertefikasi tersebut memakan waktu lama karena harus mengantri.

"Untuk saat ini, ada 13 jenis profesi yang harus disertifikasi. Data terakhir yang kami miliki, ada sekitar 15ribu pekerja yang belum tersertifikasi. Sedangkan jumlah yang sudah ikut program sertifikasi baru sepuluh persen dari jumlah yang belum," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau, Rasidin Siregar. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww