Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Salahi Aturan Distribusi, Empat Apotek 'Ditutup'

Salahi Aturan Distribusi, Empat Apotek Ditutup
Inilah jalur resmi distribusi obat sesuai PP 51/2009. (Ilustrasi/google.com)
Rabu, 21 September 2016 20:02 WIB
Penulis: Fatih Al Rizki
MEDAN - Dikarenakan menyalahi aturan distribusi yang baik, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, menghentikan aktivitas empat sarana apotek.

Kepala BBPOM di Medan, Ali Bata Harahap mengungkapkan, selama januari - September 2016, pihaknya telah menyita produk ilegal senilai Rp 1,727 miliar dari 13 sarana. Sembilan sarana diantaranya, telah dilakukan projustisia.

"Ada yang kita sita dari rumah, apotek, serta freelancer. Sementara untuk apotek di tahun ini, ada empat sarana yang kegiatannya kita hentikan, karena melanggar distribusi obat yang baik," ujarnya.

Masuknya obat ilegal ini, sebut Ketua GP Farmasi Sumut, Amin Wijaya, memang berlangsung dari jalur yang tidak resmi. Terutama, berasal dari freelancer. Makanya, dirinya juga berharap agar BBPOM dapat meminimalisir dan menghambat freelance tersebut. "Seperti halnya dengan kasus vaksin palsu yang pernah terjadi, gerakan dari freelance ini kan sulit memantaunya. Jadi kita imbau, apotek jangan membelinya dari freelance. Karena jalurnya pun sudah salah, sebab obat itu harus dibeli dari PBF, distributor, dan enggak boleh dari perorangan," jelasnya.

Editor:Arif
Kategori:Sumatera Utara, Badminton, Beladiri, Olympic, PON
wwwwww