Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
24 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
24 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
4
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
7 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Oscar Bruzon Enggan Jumawa Lawan Java United FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Oscar Bruzon Enggan Jumawa Lawan Java United FC
Home  /  Berita  /  Riau

15 Penderita HIV/AIDS di Dumai Meninggal Setiap Tahun, Pemko Dumai dan Instansi Terkait Jangan Diam Saja

Jum'at, 23 September 2016 12:26 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
15-penderita-hivaids-di-dumai-meninggal-setiap-tahun-pemko-dumai-dan-instansi-terkait-jangan-diam
DUMAI - Penderita HIV/AIDS di Kota Dumai, Riau, setiap tahunnya terus mengalami pertambahan. Yang mengejutkan lagi, Ibu Rumah Tangga (IRT) menduduki peringkat ketiga setelah, wiraswasta dan pekerja seks komersil (psk). Sudah 153 penderita meninggal dunia, sejak tahun 2006 hingga Juli 2016, jika dirata-ratakan sejumlah 15 jiwa per tahunnya.

Menyikapi hal tersebut Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Kota Dumai, Datuk Azhar Yazid mengatakan kepada GoRiau.com (GoNews Grup), bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Dumai dan instansi terkait jangan diam saja.

"Pemerintah (Pemko Dumai, red) bersama instansi lainnya, harus duduk bersama menyelesaikan permasalah HIV/AIDS yang terus bertambah setiap tahunnya. Setelah itu lakukan tindakan langsung di lapangan, jangan diam saja," ujarnya.

Menurutnya, selain Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Dumai, Satpol PP dan BPTPM memiliki peran penting dalam penanggulangan penyebaran HIV/AIDS di Kota Dumai, untuk meninjau ulang perizinan tempat usaha. Karena tidak menutup kemungkinan, banyaknya pelaku usaha yang melakukan tindakan prostitusi terselubung dengan embel-embel tempat hiburan dan panti pijat.

"Melakukan penyuluhan dan sosialisasi, memang perlu dilakukan. Tapi tanpa ada tindakan tegas dari pemerintah, tidak menutup kemungkinan peredaran penyakit ini akan terus meluas. Kita tidak ingin Kota Dumai yang identik dengan pelabuhan, duduk di peringkat teratas penyebaran penyakit HIV/AIDS di Riau," ungkapnya.

Menurut data Diskes Kota Dumai, usia penderita HIV/AIDS terbanyak yaitu 25-29 tahun (79 orang), 30-34 tahun (72 orang), 45-49 tahun (57 orang), 35-39 tahun (53 orang), 20-24 tahun (38 orang), 40-44 tahun (33 orang), lebih dari 50 tahun (11 orang), 0-4 tahun (11 orang), 15-19 tahun (4 orang), 10-14 tahun (3 orang) dan 5-9 tahun (2 orang).

jumlah penderita HIV/AIDS di Dumai dari tahun 2006 hingga 2016: Tahun 2006 (3 penderita), 2007 (7 penderita), 2008 (21 penderita), 2009 (27 penderita), 2010 (47 penderita), 2011 (54 penderita), 2012 (45 penderita), 2013 (36 penderita), 2014 (49 penderita), 2015 (16 penderita) dan hingga Juli 2016 (18 penderita).

Dari 170 penderita HIV di Dumai yang masih hidup, 120 diantaranya sudah tergolong penderita AIDS yang terus berjuang untuk bertahan hidup. ***

Kategori:Riau, Olympic
wwwwww