Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Riau

Pelajar di Mandau Harus Menguasai Tari Zapin yang Sudah Mendunia

Pelajar di Mandau Harus Menguasai Tari Zapin yang Sudah Mendunia
Ilustrasi Zapin Melayu
Jum'at, 23 September 2016 12:29 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Sudah 18 tahun berdiri, sanggar Nurul Arif di Kecamatan Mandau ini tetap masih eksis mengembangkan kesenian melayu. Sanggar yang dipimpin Arifin Arif ini juga turun ke sejumlah sekolah untuk mengajarkan siswa-siswi gerakan cepat kaki dalam tari Zapin melayu.

Seperti yang dikatakan Indah, anak dari pendiri sanggar melayu ini saat mengajar tari Zapin di sekolah. Zapin salah satu tarian tradisional yang bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.

"Ada kaidah dan aturan pada tarian ini yang tidak boleh diubah. Untuk itu, tari zapin ini harus diajarkan kepada genarasi muda khususnya pelajar SMP maupun SMA sederajat. Sebab nama Zapin ini sudah sangat mendunia dan sayang jika puluhan tahun kedepan, tari ini tidak ada yang bisa membawakannya," ujar Indah kepada GoRiau.com.

Menurut Indah, tarian yang didominasi pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan ini, perlahan-lahan hampir ditinggalkan. Mereka yang sudah tua, enggan lagi menampilkan tari tersebut dalam kegiatan maupun acara pernikahan.

"Untuk itu sanggar Nurul Arif lebih aktif turun ke sekolah maupuan instansi pemerintahan untuk mengajarkan tari Zapin yang diiringi dengan alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marwas," sebut Iin lagi.

Bercerita sejarah tari Zapin, sebelum tahun 1960, awalnya tari zapin hanya ditarikan penari lelaki tetapi namun seiring perkembangan penari perempuan juga ditampilkan. Dan kadang juga dibawakan secara bersamaan laki-laki dengan perempuan.

Dahulu tari zapin ditarikan di atas tikar madani dan tikar tersebut tidak boleh bergoyang atau bergeser sedikitpun sewaktu menarikan tari zapin tersebut.

Zapin mempertontonkan gerak kaki cepat mengikuti hentakan pukulan pada gendang kecil yang disebut marwas. Harmoni ritmik instrumennya semakin merdu dengan alat musik petik gambus. Karena mendapat pengaruh dari Arab, tarian ini memang terasa bersifat edukatif tanpa menghilangkan sisi hiburan.

Ada sisipan pesan agama dalam syair lagunya. Biasanya dalam tariannya dikisahkan keseharian hidup masyarakat melayu seperti gerak meniti batang, pinang kotai, pusar belanak dan lainnya. ***

Kategori:Umum, Riau
wwwwww