Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
22 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
24 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
22 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar

Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Mas Lif. (Dok. Pribadi)
Jum'at, 30 Oktober 2026 19:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Media digital olahraga Mas Lif, menyampaikan tuntutan terbuka atas informasi tunggakan sewa venue Indonesia Arena sebesar Rp4,5 miliar oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI) untuk gelaran Piala Asia Futsal 2026.

Isu tunggakan bernilai fantastis ini sangat ironis mengingat FFI dilaporkan menerima dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebesar Rp20 miliar pada tahun 2026.

Situasi ini mengindikasikan adanya dugaan ketidakberesan dan mismanagement tata kelola keuangan di tubuh federasi. Di tengah persoalan finansial yang membelit federasi, keberadaan dan komitmen Ketua Umum FFI, Michael Sianipar, turut dipertanyakan seiring dengan kesibukannya studi di Amerika Serikat yang dinilai mengabaikan penyelesaian krusial di dalam negeri.

Berlandaskan kutipan dalam video Mas Lif, bahwa pengelolaan anggaran negara di sektor olahraga wajib memegang teguh prinsip transparansi, efisiensi, dan tata kelola yang sehat.

"Penggunaan uang negara sebesar Rp20 miliar adalah amanah besar rakyat. Ketika federasi masih menunggak utang fasilitas hingga Rp4,5 miliar sementara kepemimpinan justru tidak hadir untuk membereskannya, ini mencerminkan kegagalan manajemen yang fatal. Federasi harus diingatkan untuk tidak sekadar hadir dalam momentum seremonial, tetapi wajib bertanggung jawab penuh atas tata kelola organisasi secara menyeluruh," tegas Maslif.

Lebih lanjut, Mas Lif dalam video mendesak FFI untuk melakukan transparansi penuh dan audit terbuka atas alokasi dan realisasi anggaran negara sebesar Rp20 miliar tahun 2026. Lalu, FFI harus segera menyelesaikan seluruh kewajiban finansial terkait penggunaan venue Indonesia Arena guna menjaga profesionalisme dan marwah olahraga nasional.

Terakhir, Mas Lif menuntut komitmen penuh dari jajaran kepemimpinan FFI. Apabila kepemimpinan yang ada dinilai tidak mampu lagi mengelola organisasi secara akuntabel dan profesional, maka opsi pengunduran diri demi kebaikan futsal Indonesia menjadi hal yang sangat bijaksana untuk diambil.

Di penghujung video, Maslif menekankan bahwa setiap organisasi wajib mendukung penuh komitmen Kemenpora dan PSSI dalam mendorong transformasi organisasi olahraga yang transparan, mandiri, dan akuntabel.

"Langkah pembenahan tata kelola menjadi kunci utama agar prestasi futsal Tanah Air tidak terhalang oleh bobroknya manajemen organisasi karena itu adalah jalan terbaik dalam menjaga prestasi marwah garuda di kancah internasional," tutupnya. ***

wwwwww