Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
![]() |
| Mas Lif. (Dok. Pribadi) |
Penulis: Azhari Nasution
Isu tunggakan bernilai fantastis ini sangat ironis mengingat FFI dilaporkan menerima dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebesar Rp20 miliar pada tahun 2026.
Situasi ini mengindikasikan adanya dugaan ketidakberesan dan mismanagement tata kelola keuangan di tubuh federasi. Di tengah persoalan finansial yang membelit federasi, keberadaan dan komitmen Ketua Umum FFI, Michael Sianipar, turut dipertanyakan seiring dengan kesibukannya studi di Amerika Serikat yang dinilai mengabaikan penyelesaian krusial di dalam negeri.
Berlandaskan kutipan dalam video Mas Lif, bahwa pengelolaan anggaran negara di sektor olahraga wajib memegang teguh prinsip transparansi, efisiensi, dan tata kelola yang sehat.
"Penggunaan uang negara sebesar Rp20 miliar adalah amanah besar rakyat. Ketika federasi masih menunggak utang fasilitas hingga Rp4,5 miliar sementara kepemimpinan justru tidak hadir untuk membereskannya, ini mencerminkan kegagalan manajemen yang fatal. Federasi harus diingatkan untuk tidak sekadar hadir dalam momentum seremonial, tetapi wajib bertanggung jawab penuh atas tata kelola organisasi secara menyeluruh," tegas Maslif.
Lebih lanjut, Mas Lif dalam video mendesak FFI untuk melakukan transparansi penuh dan audit terbuka atas alokasi dan realisasi anggaran negara sebesar Rp20 miliar tahun 2026. Lalu, FFI harus segera menyelesaikan seluruh kewajiban finansial terkait penggunaan venue Indonesia Arena guna menjaga profesionalisme dan marwah olahraga nasional.
Terakhir, Mas Lif menuntut komitmen penuh dari jajaran kepemimpinan FFI. Apabila kepemimpinan yang ada dinilai tidak mampu lagi mengelola organisasi secara akuntabel dan profesional, maka opsi pengunduran diri demi kebaikan futsal Indonesia menjadi hal yang sangat bijaksana untuk diambil.
Di penghujung video, Maslif menekankan bahwa setiap organisasi wajib mendukung penuh komitmen Kemenpora dan PSSI dalam mendorong transformasi organisasi olahraga yang transparan, mandiri, dan akuntabel.
"Langkah pembenahan tata kelola menjadi kunci utama agar prestasi futsal Tanah Air tidak terhalang oleh bobroknya manajemen organisasi karena itu adalah jalan terbaik dalam menjaga prestasi marwah garuda di kancah internasional," tutupnya. ***
| Kategori | : | Sepakbola, DKI Jakarta |













