Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
17 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
16 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
8 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor

Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ilustrasi makanan.
Jum'at, 30 Oktober 2026 13:39 WIB

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) sektor makanan berhasil meraih posisi tertinggi sepanjang tahun berjalan pada Oktober 2026. Pencapaian ini didorong oleh lonjakan pesanan baru yang signifikan, termasuk tingginya permintaan dari pasar ekspor.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria menyebutkan bahwa tren positif ini sukses melanjutkan catatan dari bulan sebelumnya.

"Permintaan didukung oleh strategi yang disiapkan oleh pelaku industri dalam menyambut panjangnya periode hari besar keagamaan," papar Merrijantij.

Kendala Logistik dan Kinerja Subsektor

Meski pesanan ekspor maupun domestik meningkat tajam, sektor industri masih berhadapan dengan masalah logistik. Hambatan operasional ini memengaruhi kelancaran pengiriman produk dan turut menekan variabel persediaan barang.

Secara keseluruhan, nilai IKI pada Oktober 2026 meroket menjadi 53,77. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 1,84 poin apabila dibandingkan dengan posisi September 2026 yang berada di level 51,93.

Penguatan indeks manufaktur ini utamanya ditopang oleh kenaikan pesanan baru yang menyentuh angka 56,08, disusul indeks produksi di posisi 55,38.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko SA Cahyanto menyatakan bahwa mayoritas subsektor industri pengolahan skala nasional menunjukkan kinerja yang beranjak naik.

"Dari 23 subsektor yang menjadi objek penilaian IKI, dapat kami sampaikan bahwa sebagian besar tumbuh sangat baik," urai Eko.

Terlepas dari tren pertumbuhan pesanan tersebut, indeks persediaan tercatat masih tertahan di zona kontraksi selama lima bulan berturut-turut. Pada Oktober 2026, nilai persediaan ini berada di angka 45,60. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Ekonomi
wwwwww