Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
12 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Riau

LPA Riau Sebut Prostitusi Online Anak Jadi Tren di Pekanbaru: Uang Bikin Mereka Semangat

LPA Riau Sebut Prostitusi Online Anak Jadi Tren di Pekanbaru: Uang Bikin Mereka Semangat
Ketua LPA Riau, Ester usai bertemu penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Jumat siang (Foto: GoRiau.com/GoNews Group)
Jum'at, 23 September 2016 12:46 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau, Ester menyebutkan kalau kasus prostitusi dunia maya (online) yang libatkan anak di bawah umur sudah jadi tren di Kota Pekanbaru.

Itu dikatakanya usai mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Jumat (23/9/2016) siang. "Uang bikin mereka semangat menggeluti itu. Bukan karena kurang mampu karena kemampuan mereka ada," jawab Ester kepada GoRiau.com (GoNews Group).

"Mereka mampu (dari segi materi, red) dan keinginan sekolah ada, hanya ini seperti tren, ditambah ketidaktahuan mereka. Padahal kalau dihitung-hitung, materi yang didapat (dari menjual diri, red) itu kecil. Misalnya dari Rp1 juta, itu cuma dapat berapa," bebernya.

LPA Riau juga memastikan kalau kasus serupa (prostitusi online, red) khususnya melibatkan ABG, masih banyak berada di Pekanbaru. "Yang satu ini adalah awalnya, kita akan telusuri dan kembangkan. Pastinya masih banyak sekali," kata dia.

Jumat siang, LPA datang ke Mapolda Riau untuk berkoordinasi soal keterlibatan anak di bawah umur yang diduga dijual ke lelaki hidung belang. Sayangnya, Ester dan tim gagal bertemu para korban untuk berkomunikasi.

"Kita ke sini ingin ketemu korban, ternyata mereka bersama orangtua. Jadi Senin kita ke Polda lagi dan ketemu mereka beserta para orangtua dan kepolisian. Kita ingin semua pihak menangani kasusnya dengan benar," singkatnya. ***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww