Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Riau

Soal Asap Riau, Pangdam I Bukit Barisan: Dulu Saya ke Medan Harus Lewat Sumbar, Sekarang..

Soal Asap Riau, Pangdam I Bukit Barisan: Dulu Saya ke Medan Harus Lewat Sumbar, Sekarang..
Mayjen Lodewick Pusung (Foto: GoRiau.com)
Jum'at, 23 September 2016 11:33 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen Lodewyk Pusung menggelar rapat bersama Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) Riau, di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Jumat (23/9/2016) pagi.

Ia memuji upaya yang dilakukan tim gabungan dalam mengatasi Karlahut di Riau. Sebab sampai saat ini, masyarakat tidak lagi merasakan kabut asap seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana segala sektor lumpuh dan banyak korban menderita gangguan pernafasan.

"Saya bandingkan dengan 2015 pada bulan-bulan ini, dulu saya di Pekanbaru nggak bisa pulang ke Medan, saya harus ke luar lewat Padang karena asap. Bandara di sini tertutup asap," ungkap Mayjen Lodewyk, usai pertemuan.

Tapi sekarang (2016), penanganan Karlahut di Riau ia nilai sudah berjalan bagus. "Sekarang bandara tidak ditutup. Ini prestasi, ada Pak Kapolda di sini, ada Danrem, Manggala Agni, BPBD dan sebagainya, ini kerja sama kita. Ini upaya maksimal," ungkapnya.

Ia meyakinkan, teori saja tidak cukup dalam menangani bencana yang rutin melanda Riau tersteor, jika tidak disokong dengan kerja sama masing-masing instansi. "Jika kita bicara teori, intinya adalah bagaimana tak terbakar, itu tidak boleh berhenti," ungkap dia.

"Kita buat konsep yang mantap, agar nanti kalau ada El Nino kita sudah bisa siaga. Tambah lagi embung, dan yang paling utama adalah menyadarkan masyarakat agar membuka lahan dengan tidak dibakar," tutupnya di Lanud Roesmin Nurjadin. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww