Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
7 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
5 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
9 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
5 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  Beladiri
Kasus Kematian Bocah Kuansing

Tak Kunjung Hadir, Hakim Perintahkan JPU Panggil Paksa Dokter yang Menangani Nuri

Tak Kunjung Hadir, Hakim Perintahkan JPU Panggil Paksa Dokter yang Menangani Nuri
Suasana sidang lanjutan perkara kematian Nuri di PN Rengat cabang Telukkuantan, Kamis (22/9/2016).
Jum'at, 23 September 2016 17:56 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Majelis hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menghadirkan dokter yang menangani Nuri Komarita (3,5). Bahkan, JPU diminta untuk memanggil paksa dokter tersebut.

"Kalau dia tidak mau datang, panggil paksa," ujar Wiwin Sulistia, SH dalam sidang lanjutan perkara pemerkosaan disertai pembunuhan Nuri, Kamis (22/9/2016) di PN Rengat cabang Telukkuantan.

Keterangan dokter tersebut, lanjut Wiwin, sangat penting dalam menyelesaikan perkara dengan terdakwa AH.

"Sudah tiga kali dipanggil, kan? Dalam sidang selanjutnya, JPU tolong hadirkan beliau," tegas Wiwin didampingi Petra J Siahaan dan Emanuel MP Sirait.

Selain minta menghadirkan dokter, hakim juga meminta agar JPU menghidupkan Hp Samsung milik AH. "Kita mau lihat, apa benar ada SMS dengan nada ancaman tersebut," katanya.

Mendengar hal ini, Afrianto selaku JPU menyatakan akan memanggil paksa dokter RSUD tersebut.

"Siap yang mulia, nanti akan kami hadirkan. Hari ini, dokter tidak bisa datang dengan alasan ada keluarga kecelakaan," jelas Afrianto.***

Kategori:Beladiri
wwwwww