Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
16 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
19 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
17 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
16 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group
PON XIX Jawa Barat 2016

Kontingen Yogyakarta Berduka, Pelatih Cabor Tembak Meninggal Dunia Saat Bertugas di PON XIX 2016

Kontingen Yogyakarta Berduka, Pelatih Cabor Tembak Meninggal Dunia Saat Bertugas di PON XIX 2016
Salah satu petugas saat memeriksa tubuh mendiang Laksawana. (istimewa)
Sabtu, 24 September 2016 23:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BANDUNG - Pelatih cabang olahraga menembak kontingen Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, Sebastian Laksawana, Sabtu (24/9/2016) pagi meninggal dunia karena mengalami sakit di Bandung.

Informasi tersebut disampaikan Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional XIX dan Peparnas XV 2016 melalui siaran persnya yang dikirim ke GoNews Group, Sabtu (24/09/2016).

PB PON juga mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi almarhum yang ikut menyukseskan PON XIX 2016 dengan membina atlet DI Yogayakarta untuk meraih prestasi di kegiatan yang sedang berlangsung ini.

Atas musibah  yang menimpa pelatih itu, PB PON melalui asuransi BNI Life akan memberikan santunan sebesar Rp25 juta yang akan diberikan kepada kontingen atau pihak keluarga.

Untuk meringankan kontingen DI Yogayakarta, PB PON juga akan membantu pemulangan jenazah ke Yogyakarta, melalui Lion Air Cargo dengan No. 990.497.127.03 tanggal 24 September 2016.

Ketua Umum PB PON XIX 2016 Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan duka citanya atas kabar ini. "Musibah ini tentunya bukan hanya mengagetkan kontingen Yogyakarta, tetapi semua peserta dari provinsi lain dan PB PON sendiri ikut berduka atas musibah yang menimpa pelatih DIY," katanya.

Belajar dari peristiwa ini, Aher berpesan kepada semua anggota kontingen peserta PON XIX dan Peparnas XV 2016 agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat jika memang mengeluhkan sakit. "Semua rumah sakit di Bandung buka selama 24 jam dan PB PON berharap tidak ada lagi musibah yang terjadi lagi saat penyelenggaraan PON berlangsung," katanya.

Kepada kontingen DI Yogyakarta, lanjut Aher, semoga tidak larut dalam kesedihan berkepanjangan dan diharapkan dedikasi, semangat juang almarhum selama melatih untuk melahirkan atlet berprestasi di PON, menjadi pelecut bagi atlet DI Yogyakarta di cabang olah raga lain untuk meraih medali atau prestasi selama sisa waktu penyelenggaraan PON XIX 2016.

PB PON XIX / Peparnas XV 2016 Jawa Barat menaruh perhatian besar terhadap perlindungan seluruh panitia dan anggota resmi kontingen peserta gelaran akbar nasional ini dengan  bekerjasama dengan BNI Life Insurance  untuk proteksi kesehatan dan asuransi jiwa selama penyelenggaraan berlangsung. ***


wwwwww