Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
19 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
22 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
19 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Masyarakat Suku Akit Sokop Diajak Tanam Rosela, Ini Manfaatnya

Masyarakat Suku Akit Sokop Diajak Tanam Rosela, Ini Manfaatnya
Selasa, 27 September 2016 12:16 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Masyarakat Suku Akit di Dusun Bandaraya Desa Sokop Kepulauan Meranti, Riau, mendapat pemahaman tentang manfaat tanaman rosela. Ilmu yang berguna ini dibawa dan diberi oleh relawan Bakti Nusa dan relawan Guru Konsultan Dompet Dhuafa kepada masyarakat Bandaraya itu.

Ada empat relawan perbatasan Yayasan Dompet Dhuafa yang waktu itu menjelaskan tentang manfaat tanaman rosela. Mereka adalah Siti Kurniawati, Maflaha, Elis, dan Kitty Andriany.

Hal yang mendorong relawan ini untuk berbagi ilmu adalah setelah melihat langsung alam di Dusun Bandaraya Sokop. Mereka melihat sangat besar potensi masyarakat menanam rosela di setiap rumah. Apalagi, selama ini tanaman rosela dianggap tanaman liar di beberapa rumah dan hanya sebagai bunga hiasan biasa.

Kata Neng Elis (relawan Bakti Nusa), setelah Ia tiba di Dusun Bandara beberapa waktu lalu, Ia melihat lahan di sana sangat potensial untuk beberapa tanaman. Diantaranya tanaman rosela ini. Dijelaskan Elis, selain penanaman tidak sulit, tanaman rosela juga memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. "Apalagi lahan di sini sangat luas. Tanaman rosela yang sangat berguna ini memiliki masa panen yang singkat. Ini bisa dijadikan sumber penghasilan bagi warga di sini," ujar Neng Elis.

Kata Neng Elis juga, tanaman Rosela ini sangat banyak manfaatnya. Mulai dari daunnya, buahnya, kelopak buahnya hingga ke biji. Selain sebagai tanaman hias di perkarangan rumah, tambah Neng Elis, tanaman rosela ini juga berguna untuk mengobati beberapa macam penyakait, antara lain darah tinggi, demam, gatal-gatal, dan sariawan. "Terutama di sini banyak warga yang menderita penyakit darah tinggi dan anak-anak mudah terserang demam," kata Neng Elis lagi.

Beberapa masyarakat Suku Akit di Dusun Bandaraya yang didominasi kaum perempuan itu bersemangat mendengarkan pemaparan. Mereka tidak mengetahui bahwa tanaman yang selama ini dianggap tanaman liar ternyata memberikan banyak manfaat. Diharapkan, dengan banyaknya aktivitas kaum ibu di rumah yang bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah, bisa pula mempunyai banyak waktu untuk bersama anak-anak mereka yang masih usia sekolah.

Dalam kegiatan itu, sebagai fasilitatornya adalah Maflaha alias Teh Imaf yang merupakan relawan Bakti Nusa, berasal dari Jawa Tengah (Jateng) serta Elis berasal dari Jawa Barat (Jabar). Imaf dan Elis adalah peserta penerima Beasiswa Aktivis Nusantara dari Yayasan Dompet Dhuafa. Dalam masa akad (perjanjian, red) sebagai penerima beasiswa, mereka memiliki tanggungjawab yang salah satunya adalah kegiatan pengabdian di masyarakat wilayah dampingan Yayasan Dompet Dhuafa. Waktu mereka hanya sebulan dalam pengabdiannya itu.

Mengenai Dusun Bandaraya, merupakan suatu wilayah yang terdapat di pesisir Pulau Rangsang. Untuk di dusun ini, ada sekitar 63 Kepala Keluarga. Dimana, rata-rata dari mereka merupakan masyarakat suku akit yang menganut kepercayaan Animisme. Untuk pendidikan dasar, sangatlah terbatas. Mereka hanya ada kelas jauh dari SD SMP satu atap Desa Sokop. Selain terbatas oleh sarana dan prasarana, sekolah ini juga terbatas dalam hal tenaga pendidiknya. Beruntung, beberapa relawan telah hadir di sana untuk membantu memberikan ilmu kepada anak-anak suku akit ini. ***

Kategori:PON, Riau
wwwwww