Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
18 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
12 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
12 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Riau

Tersangka Sempat Bantah Beberapa Adegan, Ini Alasan Polda Riau Tak Lakukan Rekonstruksi di Meranti

Tersangka Sempat Bantah Beberapa Adegan, Ini Alasan Polda Riau Tak Lakukan Rekonstruksi di Meranti
Dari kejauhan tampak polisi melakukan rekonstruksi dengan mengambil tempat di Mako Gakkum Ditpolair Polda Riau di Pekanbaru, Rabu siang tadi (Foto: GoRiau.com)
Rabu, 28 September 2016 17:09 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - 42 adegan dijalani empat orang aparat yang dituduhkan melakukan penganiayaan terhadap tersangka penikaman polisi, almarhum Apriadi Pratama. Rekonstruksi sendiri dilangsungkan di Pekanbaru, bukan di Kepulauan Meranti.

Alasannya Polda Riau, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, serta menjaga situasi psikologis masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti, pasca pecahnya bentrokan di Mapolres, buntut dari meninggalnya Apriadi alias Adi.

"Yang jelas tujuan rekonstruksi adalah untuk memperjelas kesesuaian antara rangkaian kejadian yang sebenarnya dengan pengakuan saksi serta tersangka yang sudah dituangkan dalam BAP," sebut Kombes Pol Surawan kepada GoRiau.com Rabu (28/9/2016).

Direktur Reskrimum Polda Riau ini melanjutkan, rekonstruksi harus dilakukan dengan alasan lainnya, yakni untuk memperkuat pembuktian pada saat sidang di pengadilan nanti, terhadap keempat tersangka oknum polisi Meranti berinisial AS, BY, EM dan D.

Saat rekonstruksi yang berlangsung hampir tiga jam ini, tersangka sempat membantah beberapa adegan, atas alasan tidak melakukannya. Selain mereka berempat, Polda Riau juga menghadirkan 31 orang saksi dari kepolisian yang bertugas di Meranti.

"Beberapa adegan sempat dibantah tersangka saat rekonstruksi. Itu tidak masalah oleh penyidik, karena penetapan mereka sebagai tersangka sudah melewati mekanisme, gelar, dan dua alat bukti," yakin Kasubdit III, AKBP Fibri Karpiananto. ***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww