Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
MPR RI
23 jam yang lalu
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
2
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
MPR RI
24 jam yang lalu
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
3
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
4
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
16 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
5
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
6
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
14 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Angka Inflasi Kota Padang 0,58 Persen, BPS: Beras, Cabai dan Jengkol Penyumbang Kenaikan

Angka Inflasi Kota Padang 0,58 Persen, BPS: Beras, Cabai dan Jengkol Penyumbang Kenaikan
Kepala BPS Provinsi Sumbar Dodi Herlando ketika memberikan penjelasan inflasi dan perkembangan ekonomi Sumbar September 2016.
Senin, 03 Oktober 2016 14:56 WIB
Penulis: Calva

PADANG - Cabai merah, beras dan jengkol merupakan tiga komoditas pemicu inflasi di Padang pada September 2016 mencapai 0,58 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar), menyebutkan, dua komoditas diantaranya yang memiliki andil terbesar dalam membentuk angka inflasi Padang, diantaranya cabai merah 0,51 dan jengkol 0,10.

Kepala BPS Sumbar, Dody Herlando di Padang, Senin (3/10/2016) mengatakan, cabai merupakan salah satu kebutuhan wajib warga Padang yang tidak bisa digantikan oleh komoditas lainnya sehingga saat harga naik masyarakat tetap membeli.

"Hal ini diperkuat oleh pada September ada Lebaran Idul Adha yang ketika itu kebutuhan cabai meningkat untuk memasak daging kurban sehingga harganya sempat mencapai Rp70 ribu per kilogram dibandingkan harga normal yang hanya Rp24 ribu," tambah dia.

Ia memberi saran salah satu strategi yang dapat dilakukan ke depan agar harga cabai tidak melonjak terlalu tinggi adalah membuat perencanaan musim tanam sehingga ketika permintaan tinggi seperti Lebaran cabai tersedia lebih banyak.

Selain itu komoditas lain yang mengalami peningkatan harga selama September 2016 di Kota Padang antara lain rokok kretek filter, rokok kretek, bahan bakar rumah tangga, beras, teri, tauge, kecambah, kentang, cabe hijau dan beberapa lainnya.

Namun ada komoditas yang mengalami penurunan selama September 2016 yaitu daging ayam ras, angkutan udara, bayam, gula pasir, kangkung , ikan tongkol,ambu-ambu, ayam hidup, telur ayam ras, minyak goreng, sepat siam dan lainnya, lanjut dia.

Menurutnya dari 23 kota di Sumatera pada September 2016 sebanyak sembilan belas kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,85 persen dan terendah di Kota Bengkulu sebesar 0,07 persen. sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 0,68 persen, dan terendah di Kota Bungo 0,07 persen, ujarnya.

Kota Padang menduduki posisi ke-12 dan Kota Bukittinggi menduduki posisi ke-4 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera, dengan angka 1,11 persen. (***)


wwwwww