Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
16 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Angka Inflasi Kota Padang 0,58 Persen, BPS: Beras, Cabai dan Jengkol Penyumbang Kenaikan

Angka Inflasi Kota Padang 0,58 Persen, BPS: Beras, Cabai dan Jengkol Penyumbang Kenaikan
Kepala BPS Provinsi Sumbar Dodi Herlando ketika memberikan penjelasan inflasi dan perkembangan ekonomi Sumbar September 2016.
Senin, 03 Oktober 2016 14:56 WIB
Penulis: Calva

PADANG - Cabai merah, beras dan jengkol merupakan tiga komoditas pemicu inflasi di Padang pada September 2016 mencapai 0,58 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar), menyebutkan, dua komoditas diantaranya yang memiliki andil terbesar dalam membentuk angka inflasi Padang, diantaranya cabai merah 0,51 dan jengkol 0,10.

Kepala BPS Sumbar, Dody Herlando di Padang, Senin (3/10/2016) mengatakan, cabai merupakan salah satu kebutuhan wajib warga Padang yang tidak bisa digantikan oleh komoditas lainnya sehingga saat harga naik masyarakat tetap membeli.

"Hal ini diperkuat oleh pada September ada Lebaran Idul Adha yang ketika itu kebutuhan cabai meningkat untuk memasak daging kurban sehingga harganya sempat mencapai Rp70 ribu per kilogram dibandingkan harga normal yang hanya Rp24 ribu," tambah dia.

Ia memberi saran salah satu strategi yang dapat dilakukan ke depan agar harga cabai tidak melonjak terlalu tinggi adalah membuat perencanaan musim tanam sehingga ketika permintaan tinggi seperti Lebaran cabai tersedia lebih banyak.

Selain itu komoditas lain yang mengalami peningkatan harga selama September 2016 di Kota Padang antara lain rokok kretek filter, rokok kretek, bahan bakar rumah tangga, beras, teri, tauge, kecambah, kentang, cabe hijau dan beberapa lainnya.

Namun ada komoditas yang mengalami penurunan selama September 2016 yaitu daging ayam ras, angkutan udara, bayam, gula pasir, kangkung , ikan tongkol,ambu-ambu, ayam hidup, telur ayam ras, minyak goreng, sepat siam dan lainnya, lanjut dia.

Menurutnya dari 23 kota di Sumatera pada September 2016 sebanyak sembilan belas kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,85 persen dan terendah di Kota Bengkulu sebesar 0,07 persen. sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan 0,68 persen, dan terendah di Kota Bungo 0,07 persen, ujarnya.

Kota Padang menduduki posisi ke-12 dan Kota Bukittinggi menduduki posisi ke-4 dari seluruh kota yang mengalami inflasi di Sumatera, dengan angka 1,11 persen. (***)

wwwwww