Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
13 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
3
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
16 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
13 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Penduduk di Riau Capai 6,5 Juta Jiwa, Masyarakat Belum Sepenuhnya Mau Ikut KB

Penduduk di Riau Capai 6,5 Juta Jiwa, Masyarakat Belum Sepenuhnya Mau Ikut KB
Ilustrasi.
Selasa, 04 Oktober 2016 16:14 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pertumbuhan penduduk di Provinsi Riau cukup tinggi mencapai sebanyak 6,5 juta jiwa. Hal ini semakin diperburuk dengan tingkat kesadaran masyarakat Riau yang masih rendah terhadap program Keluarga Berencana (KB).

"Keluarga yang produktif ikut KB baru 60 persen. Padahal masyarakat yang tahu arti penting KB mencapai 98 persen. Ini dikarenakan beberapa kabupaten dan kota belum menempatkan KB sebagai prioritas utama," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, Rahmad Rahim kepada GoRiau.com di Hotel Grand Central Pekanbaru, Selasa (4/10/2016).

Melalui rapat program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Nasional di Hotel Grand Central Pekanbaru, Plt Kabappeda Riau ini mengimbau supaya masyarakat dapat membantu terciptanya program KB dengan mengedapankan moto satu keluarga cukup dua anak.

"Seluruh pihak harus ikut serta menyukseskan program KB. Sehingga tingkat kematian ibu dan anak bisa ditekan. Sekaligus menekan laju pertumbuhan penduduk," tutupnya. ***

Kategori:Riau, Voli
wwwwww