Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
22 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
20 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Riau

Polda dan Kejati Riau Jadi Sasaran Unjuk Rasa Terkait Dugaan Bansos dan Ijazah Palsu

Polda dan Kejati Riau Jadi Sasaran Unjuk Rasa Terkait Dugaan Bansos dan Ijazah Palsu
Aksi massa di depan gerbang Mapolda Riau, Selasa (4/10/2016) siang (foto: Chairul Hadi/GoRiau.com)
Selasa, 04 Oktober 2016 10:35 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Markas Kepolisian Daerah (Polda) Riau jadi sasaran unjuk rasa, Selasa (4/10/2016) siang. Kali ini Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi, Kolusi (Amril) menggelar demonstrasi di depan gerbang, menuntut polisi menyelesaikan dugaan korupsi di Pemkab Bengkalis.

Pendemo yang berjumlah puluhan orang tersebut mendesak agar Polda Riau mengusut dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) di Bengkalis, serta dugaan ijazah palsu Bupati di sana, yang ditenggarai digunakan saat maju mencalonkan diri, waktu lalu.

Ada dua tuntutan yang disampaikan, pertama meminta Polda dan Kejati Riau bahkan KPK untuk segera turun tangan memproses dugaan tersebut. "Mulai dari Bansos hingga ijazah palsu. Kenapa penegak hukum tak bergeming," kata koordinator lapangan, Mirwansyah.

Mereka menilai, ijazah sarjana yang diduga palsu ini adalah contoh cara yang kotor untuk mendapatkan jabatan. "Ijazah bupati diterbitkan tahun 2002, sementara kampusnya berdiri 1 Januari 2001, masa dalam setahuan sudah lulus, aneh ini," lanjut dia.

"Juga soal dugaan Bansos ketika bupati masih menjabat sebagai anggota DPRD Bengkalis. Kami minta Kapolda yang baru ini bisa memproses itu. Jangan diam saja," ucap Mirwansyah. "Dua tuntutan ini yang kami minta dituntaskan," singkatnya dengan pengeras suara.

Cukup lama pengunjuk rasa berorasi di gerbang Mapolda Riau. Mereka juga membawa spanduk tuntutan dengan foto wajah sang bupati, dengan tulisan-tulisan tuntutan yang mereka sangkakan.

Di Polda sendiri, unjuk rasa tersebut mendapat pengawalan pihak kepolisian, mulai dari Polsek, Polresta dan Polda Riau. Setelah bertemu perwakilan Polda, massa kemudian membubarkan diri dengan menggelar longmarch.

Unjuk rasa ini sempat membuat arus lalu lintas di depan Polda Riau tersendat sementara waktu. Sebelum dari sini, massa terlebih dahulu menggelar aksi serupa di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww