Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
18 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
18 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
19 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
18 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
18 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Di Pekanbaru Hanya Ada 2 Kasus Dalam 10 Tahun, Bayi Tanpa Batok Kepala Butuh Uluran Tangan Dermawan

Di Pekanbaru Hanya Ada 2 Kasus Dalam 10 Tahun, Bayi Tanpa Batok Kepala Butuh Uluran Tangan Dermawan
Muhammad Taufik, bayi yang lahir tanpa batok kepala
Rabu, 05 Oktober 2016 16:01 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Sudah 11 hari menjalani perawatan intensif di RS Bina Kasih, jalan Samanhudi, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Riau. Kondisi Muhammad Taufik, mulai membaik meski masih dalam keadaan tanpa batok kepala.

Bahkan, Direktur RS Bina Kasih, dr Noorchalis Asnawi Mkes mengungkapkan, di Pekanbaru hanya ada dua kasus bayi lahir tanpa batok kepala dalam kurun waktu 10 tahun.

"Ini keajaiban (bayi Taufik), menurut keterangan dokter yang menanganinya, hanya sanggup bertahan 3 hari saja. Tapi ini, sudah sampai hari ke-11," ujarnya saat berbincang dengan GoRiau.com (GoNews Grup) di ruang kerjanya, Rabu (5/10/2016) sore.

"Diluar keadaannya tanpa batok kepala, kondisi bayi itu cukup baik. Bahkan selera makannya juga bagus, minum susunya kuat. Kita beri susu formula, karena ibunya tidak ada ASI," sambungnya.

Kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Noorchalis melanjutkan, hingga saat ini pihaknya belum membuat rujukan untuk upaya kesembuhan bayi malang dari pasangan Sudirman dan Erna tersebut.

"Rumah sakit di sini (Pekanbaru) belum ada dokter yang mampu melakukan pencangkokan tulang tengkorak dan kita masih berupaya memberikan perawatan," imbuhnya.

"Jika pun ada, mungkin butuh biaya yang tidak sedikit dan kita tau, orangtua bayi ini tergolong kurang mampu. Butuh bantuan para dermawan agar bisa," tukasnya.

Noorchalis menegaskan, bahwa pihak rumah sakit tidak akan memberikan tenggat waktu untuk perawatan bayi tersebut. "Bayinya sudah dipindah ke ruang perawatan biasa, tapi tetap kita kontrol terus dan kita tidak akan memulangkannya dalam kondisi seperti ini. Bayinya rentan terkena virus," tutupnya.***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww