Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Riau

Meski Baru akan Diparipurnakan, Noviwaldy Nilai SK 'Ilegal' Tim Pansel KPID Riau Tidak Berpotensi Pidana

Rabu, 05 Oktober 2016 22:30 WIB
Penulis: Fahrul Rozi
meski-baru-akan-diparipurnakan-noviwaldy-nilai-sk-ilegal-tim-pansel-kpid-riau-tidak-berpotensiNoviwaldy Jusman
PEKANBARU - Terkait perekrutan calon komisioner baru Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau yang dinilai cacat hukum karena memakai Surat Keputusan (SK) Pimpinan DPRD Riau tanpa melalui rapat paripurna, dinilai hanya persoalan administrasi. Masalah tersebut tidak berpotensi terjadinya tindak pidana.

Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman mengatakan, dewan baru mengagendakan rapat paripurna pengumuman Tim Pansel KPID Riau pada Kamis (6/10/2016) besok. Setelah itu Pansel akan melanjutkan kegiatan perekrutan sampai rekomendasi sampai menghasilkan rekomendasi nama-nama yang akan diajukan ke dewan nantinya.

"Gak (dibatalkan), mereka hanya ngonsep doang, gak ada pidananya tu, belum gunakan dana APBD," jelas Noviwaldy, Rabu (5/10/2016).

Ia mengatakan, meski SK belum mendapat persetujuan melalui paripurna, namun kegiatan Tim Pansel sebelumnya tidak perlu dibatalkan, sebab belum ada mengambil keputusan apapun. "Saya benahi saja administrasinya, kan (jadwal pendaftaran) diperpanjang. Ini kan hasil rapat Komisi A, sementara Komisi A yang proses kan gak salah," jawabnya santai.

Politisi Demokrat ini menyatakan, persoalan administrasi adalah masalah kecil yang tak perlu dibesar-besarkan. Apalagi proses penerimaan pendaftaran belum sampai ke tahap akhir.

Sebelumnya, isu tersebut sempat dilontarkan Ketua Fraksi PDIP Makmun Solihin dalam rapat paripurna pandangan fraksi DPRD Riau terhadap APBDP 2016 tadi pagi. Fraksi PDIP, katanya, mempertanyakan kerja Tim Pansel yang sudah dimulai tanpa melalui rapat paripurna dewan.

"Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan kepada pimpinan dewan terkait sudah terbentuknya Pansel KPID, padahal pembentukannya belum pernah diumumkan dalam paripurna," kata Makmun.

Namun pimpinan sidang Wakil Ketua DPRD Riau H. Sunaryo langsung menjawab, agenda rapat tidak membahas masalah tersebut. Untuk masalah itu akan diagendakan para rapat lain nantinya. ***

Kategori:Metropolitan, Riau
wwwwww