Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
20 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
18 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
23 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Sekitar Parkiran Ramayana Duri Ada Bau Busuk, Rupanya Ini Penyebabnya dan Terkesan Dibiarkan

Sekitar Parkiran Ramayana Duri Ada Bau Busuk, Rupanya Ini Penyebabnya dan Terkesan Dibiarkan
Penampungan limbah cair Ramayana ini yang membuat lokasi sekitarnya busuk, karena IPAL gedung tidak bekerja lagi.
Senin, 10 Oktober 2016 09:40 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Belakangan ini sejumlah pengunjung Ramayana Duri ogah memarkirkan kendaraannya di tempat parkir yang sudah disediakan pemilik tempat usaha yakni PT Jakarta Intiland. Hal itu disebabkan karena bau busuk limbah cair yang ditampung disekitar lokasi parkir tersebut.

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis sangat menyangkan hal tersebut. Apalagi saat tim BLH turun langsung mengecek sumber bau busuk yang dikeluhkan masyarakat bersumber dari area parkiran Ramayana Duri.

"Ternyata Ramayana Duri tidak memiliki instalasi pengolah air limbah (IPAL). Sehingga limbah air yang mengandung limbah minyak, limbah restoran dan limbah lainnya yang ada di Ramayana Duri itu langsung dibuang ke parit lingkungan," ujar Kepala BLH, Arman AA melalui stafnya Atin kepada GoRiau.com (GoNews Grup).

Pantauan BLH dilapangan, hanya ada bak penampungan serta mesin pengolahan ahir yang sudah rusak alias tidak berfungsi. Dari bak yang selalu luber itu, ahir juga di keluarkan melalui pipa yang dialikan ke parit dalam area Ramayana dan seterusnya mengalir ke parit lingkungan masyarakat.

"Ini bukan hanya sanksi tertulis, tapi jika kementrian lingkungan sudah turun kesini, pemilik gedung ini akan kena sanksi administrasi yang dendanya mencapai Rp 1 miliar. Kita minta juga, seluruh parit yang ada di area Ramayan Duri ini bersih dari sampah. Sebab tadi temuan kita drainasenya penuh sampah dan terkontaminasi limbah B3," ungkapnya lagi.

Sementara itu, Kepala Toko Ramayana, Agus menjelaskan drum penampungan air itu harusnya bekerja. Namun karena rusak dan masih harus menunggu pihak Jakarta Intiland melakukan perbaikan, limbahnya terpaksa dibuang ke parit lingkungan.

"Kita sudah sampaikan keluhan-keluhan ini kepada PT Jakarta Intiland, tetapi responnya selalu lambat. Untuk mesin pengolahan air yang rusak itu juga harus menunggu dari pihak asuransinya melakukan perbaikan, karena di Duri ini tidak ada tekhnisi khusus itu," ujar Agus.

BLH Bengkalis kembali mengingatkan, Ramayana harus cepat menanggapi kondisi yang terjadi saat ini, khususnya soal limbah. "Kalau soal teknisi perbaikan alat pengolahan air itu juga sudah banyak di Pekanbaru dan itu harus segera di perbaiki," tutup Atin menambahkan.***

Kategori:Voli, Riau
wwwwww