Sekitar Parkiran Ramayana Duri Ada Bau Busuk, Rupanya Ini Penyebabnya dan Terkesan Dibiarkan
![]() |
| Penampungan limbah cair Ramayana ini yang membuat lokasi sekitarnya busuk, karena IPAL gedung tidak bekerja lagi. |
Penulis: Ira Widana
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis sangat menyangkan hal tersebut. Apalagi saat tim BLH turun langsung mengecek sumber bau busuk yang dikeluhkan masyarakat bersumber dari area parkiran Ramayana Duri.
"Ternyata Ramayana Duri tidak memiliki instalasi pengolah air limbah (IPAL). Sehingga limbah air yang mengandung limbah minyak, limbah restoran dan limbah lainnya yang ada di Ramayana Duri itu langsung dibuang ke parit lingkungan," ujar Kepala BLH, Arman AA melalui stafnya Atin kepada GoRiau.com (GoNews Grup).
Pantauan BLH dilapangan, hanya ada bak penampungan serta mesin pengolahan ahir yang sudah rusak alias tidak berfungsi. Dari bak yang selalu luber itu, ahir juga di keluarkan melalui pipa yang dialikan ke parit dalam area Ramayana dan seterusnya mengalir ke parit lingkungan masyarakat.
"Ini bukan hanya sanksi tertulis, tapi jika kementrian lingkungan sudah turun kesini, pemilik gedung ini akan kena sanksi administrasi yang dendanya mencapai Rp 1 miliar. Kita minta juga, seluruh parit yang ada di area Ramayan Duri ini bersih dari sampah. Sebab tadi temuan kita drainasenya penuh sampah dan terkontaminasi limbah B3," ungkapnya lagi.
Sementara itu, Kepala Toko Ramayana, Agus menjelaskan drum penampungan air itu harusnya bekerja. Namun karena rusak dan masih harus menunggu pihak Jakarta Intiland melakukan perbaikan, limbahnya terpaksa dibuang ke parit lingkungan.
"Kita sudah sampaikan keluhan-keluhan ini kepada PT Jakarta Intiland, tetapi responnya selalu lambat. Untuk mesin pengolahan air yang rusak itu juga harus menunggu dari pihak asuransinya melakukan perbaikan, karena di Duri ini tidak ada tekhnisi khusus itu," ujar Agus.
BLH Bengkalis kembali mengingatkan, Ramayana harus cepat menanggapi kondisi yang terjadi saat ini, khususnya soal limbah. "Kalau soal teknisi perbaikan alat pengolahan air itu juga sudah banyak di Pekanbaru dan itu harus segera di perbaiki," tutup Atin menambahkan.***













