Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
9 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
12 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Riau

Bupati Kepulauan Meranti Kembali 'Digoyang' Aksi Unjuk Rasa Terkait Dugaan Korupsi

Bupati Kepulauan Meranti Kembali Digoyang Aksi Unjuk Rasa Terkait Dugaan Korupsi
Aksi unjuk rasa di depan Kejati Riau terkait dugaan korupsi di Kepulauan Meranti, Selasa siang (Foto: Chairul Hadi/GoRiau.com)
Selasa, 11 Oktober 2016 12:24 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Belasan pengunjuk rasa dari Koalisi Pemuda Pengawas Aset Riau (Koppas-Riau), berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (11/10/2016) siang. Mereka menyampaikan empat tuntutan.

Pertama, mendesak Kejati untuk memonitor kinerja Kejari Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti yang dituding pendemo 'main mata' dengan oknum anggota dewan yang terlibat kasus UKM di negeri Tanah Jantan tersebut.

"Terindikasi anggota dewan main mata. Ada kejanggalan di sana. Kami minta Kejati Riau usut tuntas," teriak lantang Ketua Umum Koppas-Riau, Jefrizal, di pintu masuk Kejaksaan Tinggi Riau, Selasa siang.

Kemudian soal alasan anggota dewan di sana yang dianggap pengunjuk rasa tidak logis, salah satunya tentang ketidaktahuan mereka terhadap kerugian APBD Kepulauan Meranti tahun 2011 tersebut.

Tuntutan ketiga, massa mendesak supaya penegak hukum menyelidiki keganjilan-keganjilan ini. "Dari fakta dan kejelasan struktur kepengurusan yayasan (UKM, red) serta indikasi anggaran, kami menduga anggota dewan ini adalah dalang kerugian negara," ungkapnya.

Desakan terakhir, adalah soal Bupati Kepulauan Meranti dua periode, Irwan Nasir. "Panggil ulang Bupati Kepulauan Meranti atas persoalan Pelabuhan Dorak, jangan main mata lagi, periksa ulang Irwan Nasir," katanya.

Berasalan, sambung Jefrizal, di mana masyarakat Tanah Jantan merasa dizalimi, lantaran masih adanya dugaan korupsi, sementara masyarakat banyak yang kurang mampu. "Seret dia untuk diproses hukum, Kejati harus tegas mengusut tuntas," tutup dia.

Dalam aksinya, massa juga membawa spanduk. Pernyataan sikap belasan pengunjuk rasa tersebut ditanggapi oleh Kasi Penkum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan. Ia berjanji menampung aspirasi masa tersebut.

Usai menyampaikan tuntutan, pendemo lalu membubarkan diri, dengan menggelar longmarch menuju Jalan Cutnyakdin Pekanbaru. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww