Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
24 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Riau

Mengaku Turunan Prabu Siliwangi dan jadi Dukun Palsu, Seorang Pemulung di Pekanbaru Diringkus Polisi

Mengaku Turunan Prabu Siliwangi dan jadi Dukun Palsu, Seorang Pemulung di Pekanbaru Diringkus Polisi
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan R SIK didampingi Kapolsek Tenayan Raya, Kompol Indra Rusdi dan Kassubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Letman Z saat ekspos dukun palsu di Mapolsek Tenayan Raya, Rabu siang, (foto: barkah/goriau.com)
Rabu, 12 Oktober 2016 11:40 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Seorang ibu rumah tangga (IRT) NW alias Nia (39) diamankan tim opsnal Polsek Tenayan Raya, Sabtu (8/10/2016). Ia diduga melakukan penipuan modus sebagai dukun palsu, bahkan mengaku sebagai turunan Prabu Siliwangi.

Polisi juga menyita sebuah benda berupa patung kuningan berbentuk manusia berbadan naga (naga serai) dan sebuah keris berbentuk ekor naga dengan gagang badan manusia (keris sri) sebagai barang bukti.

"Benda-benda tersebut digunakan pelaku untuk memperdaya korban dan dipercaya pelaku bisa mengobati segala penyakit dengan meneteskan air ke patung tersebut," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Tonny Hermawan R SIK saat ekspos di Mapolsek Tenayan, Rabu (12/10/2016) siang.

Nia ditangkap setelah korbannya, Sinto Naibaho melapor ke Polisi dan mengalami kerugian Rp29.330.000. "Korban menawarkan benda pusaka yang bisa mendatangkan rezeki ke korban dengan syarat membayar mahar dan nanti uang tersebut dikembalikan. Tapi ternyata pelaku tidak mengembalikan uangnya," terang Kapolresta.

"Saya dapat dari dalam sumur dekat ladang suami, sumurnya kedalaman tujuh meter. Saya ambilnya pakai tenaga dalam. Ayah saya juga keturunan dari Siliwangi," beber Nia saat berbincang dengan GoRiau.com (GoNews Grup) di Mapolsek Tenayan Raya, Rabu siang.

"Saya sudah bisa mengobati orang sejak umur 17 tahun, tapi tidak buka praktik. Kalau ada yang minta tolong saja. Saya biasanya kerja jadi pemulung sampah," imbuhnya.

Kaporlesta menambahkan, untuk proses hukum, Nia dijerat pasal 378 KUHP, ancaman empat tahun penjara. "Kita masih lakukan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, sementara ini baru ada dua korban yang melapor," tukasnya.***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww